Advertisement

Perubahan Drastis Sikap Putrinya Sejak Kenal Fajri, Tangis Ibu Laeli Ingin Hukuman Anak Diringankan

Perubahan Drastis Sikap Putrinya Sejak Kenal Fajri, Tangis Ibu Laeli Ingin Hukuman Anak Diringankan
Tribunjakarta
Editor: Malda Hot News —Senin, 21 September 2020 09:12 WIB

Terasjabar.id - Perubahan sikap tersangka Laeli Atik Supriyatin (27), pemutilasi di kasus Rinaldy Harley Wismanu sejak berkenalan dengan kekasihnya, Djumadil Al Fajri (26).

Perubahan sikap Laeli ini ini berdasarkan kesaksian sang ibunda, Masliha.

Orangtua Laeli, Masliha (58) dan Mamuri (61) asal Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal tampak begitu sedih saat mengetahui aksi anaknya yang memutilasi manajer HRD.

Masliha bercerita, ia pertama kali mengetahui kabar mengenai kasus pembunuhan yang melibatkan Laeli dari anaknya yang lain (Kakak Laeli).

Seketika Masliha langsung menangis, karena sangat terpukul dan tidak menyangka, anak perempuannya yang sejak dulu penurut, tidak neko-neko, dari SD tidak pernah merepotkan karena tergolong siswa yang cerdas dan berprestasi.

"Saya sampai tidak mau menonton televisi lagi untuk saat ini. Karena setiap kali melihat dan ada berita tentang anak saya, rasanya masih sesak, sedih, perih, dan tidak menyangka."

"Saya juga masih sering menangis, begitu juga dengan suami saya," ujar Masliha dilansir dari TribunJateng (TribunJakarta).

Masliha mengatakan, anaknya mulai berubah sikap dan susah dihubungi sejak mengenal Djumadil Al Fajri (26), yang juga menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan keji disertai mutilasi.

Pihak keluarga sempat ke Depok untuk menemui Laeli dan membujuknya supaya mau pulang ke rumah sekitar bulan Oktober 2019 lalu.

Kendati demikian, Laeli menolak dengan alasan masih ingin mencari kerja.

Saat bertemu pun, Masliha sempat kaget karena banyak yang berubah dari sang puteri, terutama pada bagian wajah dan penampilannya.

tribunnews
DAF (26) alias Fajri dan LAS (27) alias Laeli tersangka kasus mutilasi saat ditemui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Ketika saya ingin menemui anak saya Laeli, dipersulit oleh Fajri dan keluarganya. Saya juga tidak tahu kenapa, padahal saya cuma ingin ketemu dan mengobrol."

Bahkan saya dapat info kalau Fajri ini memang sudah sering bermasalah, sehingga saya yakin anak saya jadi seperti ini karena pengaruh Fajri," terang Masliha.

Tidak dipungkiri, Masliha, suami, dan keluarga juga merasa rindu dengan sosok Laeli.

Mengingat Laeli sudah lama tidak pulang ke rumah, maka dari itu pihak keluarga berharap yang terbaik untuk Laeli.

Namun, kalau boleh meminta dan berharap, semoga hukuman yang diberikan ke Laeli bisa diringankan.

"Saya mewakili keluarga dan anak saya Laeli, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga korban," papar Masliha seraya menangis.

Masliha menyatakan, Laeli Atik pertama kali pergi ke Jakarta pada tahun 2014.

Dia diterima kuliah di Universitas Indonesia (UI) melalui program Bidik Misi, mengambil konsentrasi jurusan Geografi.

Namun Laeli ini memang sangat susah dihubungi, sudah lama tidak pulang ke rumah.

Ada nomor telepon pun juga tidak ada respon dan tidak bisa dihubungi.

Masliha mengungkapkan, dia dan sang puteri sudah tidak saling tukar kabar atau komunikasi sejak 1,5 tahun yang lalu.

Pihak keluarga pernah mencoba mencari Laeli namun hasilnya nihil karena tidak ketemu.

"Terakhir kabar yang saya dapat, anak saya sudah menikah siri dengan si Fajri itu. Nomor teleponnya yang dulu juga sudah tidak bisa dihubungi lagi."

"Jadi benar-benar saya dan keluarga tidak tahu kabarnya gimana, sampai muncullah berita ini," ungkapnya.

Selama ini, Laeli merupakan sosok yang dikenal pendiam dan jarang berkumpul dengan teman-temannya.

"Harapan saya hukuman yang diberikan kepada anak saya bisa diringankan. Jangan disamakan dengan si laki-lakinya," harap Masliha. (TRIBUNJAKARTA/TRIBUNJATENG)




Mutilasi RHW Tragis Kematian Mutilasi HRD Kalibata City Laeli


Related Post



Loading...