Advertisement

Percakapan Terakhir Rinaldi dengan Ibu Sebelum Ditemukan Terpotong 11 Bagian, Sang Ibu Syok

Percakapan Terakhir Rinaldi dengan Ibu Sebelum Ditemukan Terpotong 11 Bagian, Sang Ibu Syok
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Jumat, 18 September 2020 14:25 WIB

Terasjabar.id - Pembunuhan sadis di Apartemen Kalibata City akhirnya terungkap siapa pelakunya.

Pasangan kekasih, Laeli atau LAS (27) dan Djumadil Al Fajri (DAF) menjadi tersangka utama pembunuhan pria yang diketahui bernama Rinaldi Harley Wismanu (32) yang ditemukan tewas dimutilasi.

Belakangan diketahui kalau Rinaldi dibunuh di tempat lain sebelum potongan tubuhnya dibawa ke Apartemen Kalibata City.

Jasad Rinaldi Harley Wismanu dipotong menjadi 11 bagian oleh dua pelaku.

Ibunda Rinaldi, Sulistyani mengaku syok dengan pembunuhan tersebut.

Tak mampu berkata-kata, Sulistyani tak menyangka putra kesayangannya itu tewas di usia muda.

Terkenang dengan sosok Rinaldi Harley Wismanu, kerabat pun mengurai cita-cita terakhir korban pembunuhan sadis itu.

Rupanya sebelum berpulang, manajer HRD PT Obayashi itu punya keinginan mulia untuk sang ibu.

Hal tersebut diungkap keponakan Rinaldi Harley Wismanu sambil berurai air mata.

Sebelumnya diwartakan, kasus pembunuhan dan mutilasi seorang manajer HRD menggemparkan khalayak.

Hal itu bermula saat sesosok mayat laki-laki ditemukan di salah satu kamar lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta pada Rabu (16/9/2020) malam.

Saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan tidak utuh atau dimutilasi.

Jasad Rinaldi Harley Wismanu dimutilasi menjadi 11 bagian.

Aksi keji pembunuhan dan mutilasi Rinaldi Harley Wismanu itu pun terkuak.

Pun dengan pelaku pembunuhan Rinaldi Harley Wismanu yang akhirnya berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Pelaku pembunuhan dan mutilasi Rinaldi, DAF (26) da LAS (27) ditangkap di rumah kontrakannya di Depok.

Belakangan terungkap bahwa motif pelaku menghabisi korban adalah ekonomi.

Keduanya bersekongkol menghabisi Rinaldi untuk menguasai hartanya.

Dua tersangka pelaku kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria yang jenazahnya ditemukan di dalam koper di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, terancam hukuman mati.

"Penerapan Pasal 340 KUHP dengan pidana mati atau seumur hidup atau Pasal 338 KUHP dan 365 KUHP," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).

Korban yang diketahui bernama Rinaldi Harley Wismanu (33) tewas dibunuh dan dimutilasi oleh sepasang kekasih yang berinisial DAF (26) dan LAS (27).

tribunnews
Korban (kiri) dan pelaku mutilasi (kanan) di Apartemen Kalibata City. (kolase Youtube dan TribunJakarta.com)

Ibunda Syok, Kenang Cita-cita Terakhir Rinaldi

Pasca mengetahui Rinaldi telah tewas dimutilasi, sang ibu syok.

Bahkan hingga kini, Sulistyani masih belum bisa ditemui.

"Ibu belum bisa ditemui. Masih shock kondisinya," kata keponakan Rinaldi, bernama Aden Putera Ichlasul Amal saat ditemui Tribunjogja.com.

Aden menjelaskan, saat ini pihak keluarga masih menunggu jumpa pers dari pihak kepolisian terkait motif pembunuhan terhadap Rinaldi.

Ia berharap polisi memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku atas apa yang dilakukan kepada Rinaldi.

"Harus dihukum yang setimpal. Saat ini kami masih menanti kabar dari Jakarta."

"Papa-nya om Rinaldi sudah berangkat ke Jakarta kemarin siang untuk test DNA. Sekarang tinggal kejelasan pelaku saja," tegas Aden.

Mengenang sosok Rinaldi, sang keponakan teringat dengan momen terakhir bersama omnya itu.

Rupanya sebelum meninggal dunia, Rinaldi masih sempat berkomunikasi dengan sang ibu di siang hari.

Dalam obrolannya itu, Rinaldi mengurai cita-cita terbesarnya kepada sang ibu.

Rinaldi memiliki keinginan agar ibu dan bapaknya segera berangkat umroh.

tribunnews
Sosok Manajer HRD Rinaldi Harley Wismanu yang Dimutilasi Mayatnya Disimpan di Kalibata City saat berada di Tokyo (YouTube/ ???IVS)

Tak disangka, obrolan tersebut justru menjadi obrolan terakhir Rinaldy dengan keluarga karena Rabu malamnya pihak keluarga sudah tidak dapat menghubungi Rinaldy.

"Terakhir itu hari Rabu masih komunikasi. Om Rinaldy bilang, pokoknya ibu harus segera umroh biar saya yang biayai. Sudah ya bu, Har pergi meeting dulu," kata keponakan Rinaldy, bernama Aden Putera Ichlasul Amal di rumah duka, menirukan percakapan Rinaldy dengan ibunya.

Seusai percakapan tersebut, pihak keluarga mulai putus komunikasi.

Semua keluarga besar pun merasa khawatir.

"Karena om Rinaldy ini anak pertama. Baik sekali kepada adik-adiknya dan keponakan. Kalau keponakan paling dekat dengan saya. Ya kami mulai khawatir semenjak itu kok hp-nya tidak bisa dihubungi," katanya.(Tribunjabar.id)




Rinaldi Ibu Syok Mutilasi Pembunuhan


Related Post



Loading...