Advertisement

Aksi Unjuk Rasa Warga Ciniru Menuntut Pasokan Air Bersih

Aksi Unjuk Rasa Warga Ciniru Menuntut Pasokan Air Bersih
(Puluhan warga desa Ciniru saat mediasi rawan air bersih di balai desa setempat, Senin (14/09-2020))
Editor: Epenz Teras Kuningan —Rabu, 16 September 2020 14:53 WIB

Kuningan, Terasjabar.id - Puluhan warga Desa/Kecamatan Ciniru Kab Kuningan melakukan unjuk rasa ke kantor PDAM mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Desa Ciniru, dimana pasokan air bersih kerap tersendat bahkan tidak mengalir sama sekali.

Aksi unjuk rasa warga desa Ciniru yang menyambangi Kantor PDAM tersebut tidak diijinkan oleh kapolsek Ciniru, dengan pertimbangan situasi Copid-19, namun ahirnya mereka berkumpul di balai desa setempat untuk mediasi dengan pihak PDAM, Senin, (14/09-2020).

(Puluhan warga desa Ciniru saat mediasi rawan air bersih di balai desa setempat, Senin (14/09-2020))

Aksi itu dilakukan untuk mendengar langsung penjelasan pihak PDAM, terkait permasalahan air yang kerap tersendat dan macet' sejak beberapa hari terakhir. sehingga membuat masyarakat kesal.

Terkait hal tersebut, Kadirman salah seorag warga desa Ciniru, saat mediasi mengatakan bahwa, aksi itu dilakukan mempertanyakan kondisi 'air mati' yang terjadi sejak empat hari terahir ini. Bahkan sebelum mati total, kondisi air di wilayahnya juga sering tersendat. “Airnya ada hanya jam tertentu saja, keluh dia. Kadang pukul 11.00 malam kricik-kricik saja,” imbuhnya.

Sementara itu, kekesalan dan keluhan warga muncul karena tidak ada komunikasi atau pemberitahuan dari pihak PDAM kepada masyarakat Ciniru, terutama pelanggan PDAM sehingga menimbulkan kekesalan warganya.

Kami sangat menyayangkan sikap PDAM Desa Ciniru yang tidak memberikan penjelasan apapun kepada warga, baik melalui pamong desa atau petugas. Masalahnya, tidak ada pemberitahuan atau informasi, yang semestinya harus ada "Jadi kami tidak tahu kendala teknisnya seperti apa,” lanjutnya.
Seperti contoh PLN, jika ada gangguan atau perbaikan beberapa hari sebelumnya selalu diawali "Pengumuman" bahwa, ada pemadaman listrik, ungkapnya.

Permasalahan air di wilayahnya selama ini memang kerap terjadi. Tak hanya aliran air yang sering ngadat, beberapa kali juga terjadi mati total selama 24 jam. Kekesalan warga ini, menurutnya, wajar terjadi mengingat mereka pelanggan yang membayar tiap bulannya. Jika terlambat membayar sehari saja akan dikenakan denda. “Terkadang angin saja yang keluar, meteran tetap jalan, kan rugi,” keluhnya.

(Salah satu contoh 'kran air' di Desa Ciniru Kuningan, yang airnya tidak mengalir)

Petugas PDAM yanto menyampaikan, gangguan yang dialami disebabkan ada kebocoran pipa, terangnya.


Ke depan pihaknya akan komunikasi kepada para pelanggan ketika terjadi permasalahan Pihaknya berjanji akan meningkatkan pelayanan dan propesionalisme kerja. Terlebih ketika terjadi permasalahan air, akan segera menyikapi, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit PDAM Gugun mengatakan bahwa, klarifikasi sudah dilakukan stafnya saat proses mediasi berlangsung. Dia mengakui, memang ada kerusakan di jaringan pipa yang membuat air tersendat. Kerusakan terjadi di jaringan pipa tiga yang berlokasi di dusun Sukacai Desa Cijemit blok Ciniru dan Pasar desa Ciniru. "Kerusakan itu berdampak pada pendistribusian air yang tidak lancar. pihak kami akan sesegera mungkin diperbaiki oleh tim teknis ," paparnya.

Terkait distribusi air yang tidak lancar dan sudah berlangsung lama, pihaknya berdalih bahwa, pipa di desa Gunung Manik merupakan wilayah rawan longsor dan kerap menimpa jaringan pipa PDAM. “Memang sering tersendat pada jam-jam tertentu sehingga pendistribusian air khususnya wilayah ini agak bermasalah. Tapi kami akan terus meningkatkan pelayanan," pungkasnya. (H WAWAN JR)

Pasokan Air Bersih Kantor PDAM Kecamatan Ciniru Kab Kuningan


Related Post



Loading...