Advertisement

Selain Kasus Syekh Ali Jaber, Ini Rekam Penyerangan Terhadap Pemuka Agama, Pernah Terjadi di Jabar

Selain Kasus Syekh Ali Jaber, Ini Rekam Penyerangan Terhadap Pemuka Agama, Pernah Terjadi di Jabar
Kompas TV
Editor: Malda Berita Viral —Rabu, 16 September 2020 14:02 WIB

Terasjabar.id - Masyarakat kini kembali digemparkan kasus penyerangan terhadap ulama.

Seperti yang baru terjadi kepada ulama dan pendakwah Syekh Ali Jaber.

Kasus penyerangan terhadap ulama maupun pembuka agama ini tidaklah baru.

Kasus demi kasus pernah terjadi dan gempar di tahun-tahun sebelumnya.

Meski beberapa di antara kasus tersebar karena hoaks.

Tribunjabar.id merangkum, pada 2018 lalu penyerangan terhadap pemuka agama atau ulama bahkan terjadi dua kasus.

Berikut tribunjabar.id rangkum rekam kasus penyerangan terhadap ulama.

1. KH Umar Basri Pimpinan Pondok Pesantren

Pada 2018 awal, kasus penyerangan pernah dialami oleh KH Umar Basri.

KH Umar Basri adalah pimpinan pondok pesantren Al Hidayah di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Pelaku penyerangan bernama Asep diduga gangguan jiwa.

tribunnews
Warga mendatangi Pesantren Al Hidayah setelah mendapat informasi kejadian penganiayaan yang menimpa pengurus Pondok Pesantren Al Hidayah, KH Umar Basri, Sabtu (27/1/2018). (Tribun Jabar/Seli Andina) ()

2. HR Prawoto Pimpinan Pengurus Pusat Persis

Tak berselang lama setelah kejadian di Cicalengka, berikutnya terjadi juga di Kota Bandung.

Hal ini dialami HR Prawoto, Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis).

Sayangnya, dalam kasus ini, pemuka agama atau ustadz tersebut hingga meninggal dunia.

Ustadz HR Prawoto diserang oleh seorang pria bernama Asep Maftuh.

tribunnews
Sejumlah kerabat dan anggota keluarga yang hadir di persidangan pembacaan vonis Asep Maftuh, terdakwa penganiayaan hingga meninggal di PN Bandung Jalan LLRE Martadinata, Kamis (23/8/2018), terlihat menangis. Putusan hakim dinilai tidak adil bagi keluarga korban, almarhum HR Prawoto yang meninggal setelah dianiaya. (Tribun Jabar/Mega Nugraha) ()

Diketahui Asep Maftuh tak lain adalah tetangganya sendiri.

Hasil pemeriksaan medis, pelaku juga disebut mengidap gangguan metal.

Namun di persidangan, Asep terbukti tidak mengalami gangguan mental tersebut.

3. KH Abdul Hakam Mubarok

Masih di tahun yang sama, pada bulan Februari 2018 penyerangan terhadap ulama terjadi di Lamongan.

Peristiwa ini dialami Pengasuh Pondok Pesantren Karangasem, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, KH Hakam Mubarok.

KH Abdul Hakam Mubarok menjadi korban penyerangan oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

KH Hakam Mubarok mengatakan, siang sebelum kejadian dia memang meminta pelaku untuk pindah dari Pendopo Pesantren karena tak ingin makanan yang dibawanya tercecer di sana.

Tapi pelaku yang berpenampilan layaknya orang gila itu tetap bertahan meski Mubarok sempat menarik sarungnya.

Tak hanya itu, KH Hakam Mubarok juga sempat membuang makanan korban.

Saat itulah sepertinya pelaku naik pitam dan tiba-tiba berdiri menantang korban.

Pria tak dikenal itu juga sempat melayangkan pukulan ke arah Mubarok.

Namun pukulan itu rupanya hanya mengenai angin.

Melihat pelaku semakin beringas, Mubarok berusaha menghindar dan berlari yang akhirnya membuatnya terjatuh.

4. Yazid Umar Nasution Imam Masjid Al-Falah

Imam Masjid Al-Falah di Pekanbaru, Yazid Umar Nasution ditusuk oleh pria berinisial IM pada Kamis (23/7/2020) malam.

Setelah penusukan itu, polisi akhirnya mengamankan pelaku yang merupakan warga Jalan Guru Sulaiman, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya menyebutkan, antara pelaku dengan korban, yakni Yazid Umar Nasution (36), ternyata sudah saling mengenal.

Pelaku diketahui beberapa kali berkonsultasi dengan korban tentang permasalahan hidupnya.

"Namun, pelaku merasa tidak pernah mendapatkan solusi. Akhirnya diduga pelaku kecewa dan stres. Pelaku kemudian melakukan penusukan terhadap korban," ujar Nandang kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (24/7/2020).

5. Syekh Ali Jaber

Kasus penyerangan kembali gempar menimpa ulama dan pendakwah tersohor Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber diserang oleh pemuda umur 24 berinisial AA saat mengisi sebuah acara di Bandar Lampung pada 13 September 2020.

Berdasarkan pantauan dari video penusukan yang beredar luas di media sosial, diketahui sebelum kejadian terlihat Syekh Ali Jaber tampak tengah duduk di sebuah kursi saat di atas panggung.

Sedangkan di sebelah kanan tampak juga ada seorang perempuan yang sedang berdiri.

Beberapa detik kemudian, ada seorang pria berbaju biru mendatangi Syekh Ali Jaber dengan berlari sambil menusukan sebuah benda yang diketahui merupakan sebuah pisau.

Syekh Ali Jaber lantas langsung berdiri dan pelaku penusukan langsung diamankan.

Sontak suasana panggung menjadi ricuh setelah kejadian tersebut.

Dari insiden tersebut, menderita luka di bahu sebelah kanan.

Pelaku berhasil diamankan dan langsung ditangani pihak kepolisian.

Mencuat pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber tersebut mengidap gangguan jiwa.

Sementara Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, pelaku diduga mengalami halusinasi terkait sosok Syekh Ali Jaber.

"Tanya jawab lancar, tersangka merespons dengan bagus. Dari yang kelihatan, sepertinya ada halusinasi. Tapi ini belum pasti, kami enggak bisa percaya begitu saja," kata Yan Budi di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020).(Tribunjabar.id)




Syekh Ali Jaber Penusukan Puskesmas Pendakwah Gila Lampung Alfin Andrian Jabar


Related Post



Loading...