Advertisement

Beli Ilmu Rp 500 Ribu, Maling Beraksi Pakai Celana Dalam Berharap Korban Tak Lihat: Biar Menghilang

Beli Ilmu Rp 500 Ribu, Maling Beraksi Pakai Celana Dalam Berharap Korban Tak Lihat: Biar Menghilang
Tribunjakarta
Editor: Malda Hot News —Rabu, 16 September 2020 13:56 WIB

Terasjabar.id - "Aku makai ilmu gaib maling itu, aku dapat dari guru aku waktu betapa di hutan," tutur Arta Wirianda (30).

Arta, kepergok maling di salah satu rumah warga di Perum Mas, Kecamatan Talang Kelapa.

Korban, mendapat Arta masuk ke kediamannya hanya memakai celana dalam saja.

Bukan tanpa alasan Arta hanya memakai celana dalam maling ke rumah korbannya.

"Ilmu itu biar aku menghilang dan tidak ketahuan korban," sambung Arta saat diamankan di Polsek Talang Kelapa, Selasa (15/9/2020).

Harapannya, Arta tak kelihatan atau seolah tak ada oleh korbannya.

Pasalnya, Arta sudah mengikuti semua arahan gurunya untuk maling dengan melepas semua pakainnya dan hanya mengenakan celana dalam.

"Supaya korban tak bisa melihat saya," ucapnya.

Menurut pengakuannya, ilmu gaib itu dibeli dengan harga Rp 500 ribu dari seseorang yang ia sebut sebagai guru.

Tak hanya melepas pakaian, sebelum melakukan aksinya Arta juga sudah mandi kembang.

Barulah ia beraksi pergi ke rumah sasarannya dengan penuh harapan semua berjalan lancar.

"Aku mandi kembang dulu, sudah itu pakaian aku lepas semua dan cuma pakai celana dalam saja," tutur Arta.

Ketahuan juga

Berpegang pada ilmu yang telah dibelinya, Arta menargetkan salah satu rumah di Perum Bumi Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Sumatera Selatan.

Arta maling dengan cara mendorong pintu rumah korban perlahan dan memasukkan tangan kiri melalui kaca yang terbuka.

Setelah berhasil membuka pintu, Arta langsung masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamar korban.

Belum tuntas menjalankan aksinya, Arta ketahuan korbannya.

Arta sempat mengancam korbannya dengan pisau lalu mengambil ponsel korban.

Karena ketahuan, Arta berhasil diamankan.

Dilansir dari Sripoku.com, Arta ditangkap karena melakukan pencurian dan kekerasan.

"Tersangka ini masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel terlebih dahulu jendela rumah lalu tangannya membuka pintu rumah dari dalam,"

"Pada saat masuk ke rumah keburu ketahuan dan korban diancam menggunakan pisau yang diambilnya dari dapur korban," kata Kapolsek Talang Kelapa, Banyuasin, Kompol Masnoni.

Atas kejadian tersebut, Arta diamankan berikut barang bukti satu unit handphone merk Samsung Galaxy M20 warna biru dan sebilah pisau yang digunakan untuk mengancam korban.

"Kita tetapkan tersangka dengan pasal 365 KUHP Ayat 1 dan Ayat 2 huruf Le dan 2e KHUP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun," kata Masnoni.

tribunnews
Ilustrasi (palembang.tribunnews.com)

Sementara itu, peristiwa lainnya terjadi di Ciracas.

Zaki Arfian hanya bisa merengek meminta ampun saat digelandang ke Mapolsek Ciracas lantaran kepergok mencuri.

Aksinya mencuri di Jalan Nusa Indah, RW 09, Kelurahan/Kecamatan Ciracas pada Sabtu (12/9/2020) digagalkan pemilik rumah, Erwin Titianessy (39).

"Kejadiannya sekira pukul 02.00 WIB. Waktu saya lagi tidur di ruang tamu pelaku turun dari lantai dua rumah mau ambil handphone," kata Erwin di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (13/9/2020).

Beruntung sebelum berhasil menggasak handphone yang tergeletak di meja ruang tamu Erwin bangun dari tidurnya lalu memergoki Zaki.

Meski sempat berkelahi karena Zaki mencoba kabur, Erwin berhasil meringkus pemuda yang masih tinggal mengontrak dekat rumahnya itu.

"Pas saya periksa dia ternyata sudah berhasil membawa PS 3, jam tangan, sama laptop dari lantai dua rumah. Jadi masuk rumah saya lewat lantai dua," ujarnya.

Merujuk keterangan Zaki, Erwin menuturkan pelaku masuk ke rumahnya dengan cara memanjat tangga dari kediaman tetangganya.

Dari tangga yang digunakan pekerja bangunan untuk renovasi rumah tetangganya itu Zaki masuk ke lantai dua rumah Erwin lalu beraksi.

"Mungkin karena dia belum puas jadi turun ke lantai satu mau ambil handphone saya. Dia bawa PS 3, sama laptop pakai tas softcase gitar anak saya," tuturnya.

Erwin menyebut sebelum digelandang ke Mapolsek Ciracas Zaki sempat diamuk warga yang kesal karena pernah jadi korban pencurian.

Kepada warga, Zaki yang sehari-seharinya berprofesi sebagai pengamen itu mengaku menyesal dan meminta agar tak sampai diserahkan ke polisi.

"Saya enggak bakal mengulangi lagi pak, saya mau cari duit yang halal. Saya mau ngamen saja pak," rengek Zaki dalam video yang sempat diabadikan warga.

(TribunJakarta/Sripoku)



Celana Dalam Maling Korban Viral Maling


Related Post



Loading...