Advertisement

Daftar 4 Daerah di Jabar yang Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Satu di Bandung Raya, 3 Bodebek

Daftar 4 Daerah di Jabar yang Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Satu di Bandung Raya, 3 Bodebek
Tribunjabar.id
Editor: Malda Teras Cimahi —Selasa, 15 September 2020 08:21 WIB

Terasjabar.id - Pemprov Jabar mengumumkan empat daerah yang statusnya zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (14/9/2020) di Markas Kodam III/Siliwangi.

Ridwan Kamil mengatakan empat kabupaten atau kota di Jawa Barat yang masuk zona merah yakni Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

"Minggu ini, zona merahnya ada empat, yaitu Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cimahi. Artinya memang mayoritas masih tetap di Bodebek, menyumbang kasus mingguan lebih dari 60 persen, ada di Bodebek. Itulah kenapa koordinasi tadi sangat diperlukan," katanya seusai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Markas Kodam III/Siliwangi, Senin kemarin.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan di sisi lain, pengetesan metode PCR atau swab test di Jawa Barat sudah mencapai 314 ribu dari standard WHO yakni sebanyak 1 persen populasi, atau 500 ribuan tes swab untuk Jabar.

Selama ini di Jabar, katanya, hanya Kota Cimahi yang masuk kategori sudah memenuhi pengetesan swab standar WHO tersebut.

Dengan demikian, Emil mengatakan dirinya mengucapkan selamat kepada Kota Cimahi atas raihan tes standar WHO tersebut.

"Tapi Cimahi juga minggu ini menjadi zona merah. Ini sambil testingnya sudah baik, tapi tingkat penularannya masuk yang tertinggi di Jawa Barat. Sehingga saya titip Pemerintah Kota Cimahi untuk lebih waspada, lebih disiplin, ya, sambil saya apresiasi jumlah pengetesan yang sudah di atas 1 persen," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Emil mengatakan tingkat keterisian rumah sakit di Jabar ada di angka 41 persen secara umum.

Keterisian tertinggi terdapat di Kota Depok yang mencapai hampir 80 persen.

Sehingga pihaknya sedang mengkonsepkan pembantuan perawatan dari kabupaten atau kota sekitar Depok.

"Bodebek ini yang agak mengkhawatirkan adalah Kota Depok. Kota Depok Itu yang ringan di 60 persen, kemudian di yang sedang sudah hampir 80 persen. Tapi sebaliknya Kabupaten Bogor itu kondisi rumah sakitnya sangat terkendali ya masih di bawah 40 persen. Yaitu kalau satu wilayah penuh rumah sakitnya, maka kota atau kabupaten tetangga kita koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," katanya.

Emil mengatakan pihaknya pun menggagas sebuah kebersamaan, kalau misalkan rumah sakit di Kota Depok itu nanti kewalahan, maka Bogor bisa membantu mengantisipasinya dengan koordinasi dari Provinsi Jabar.

Dari sisi epidemologi, katanya, tantangan terbesar Jawa Barat hanya satu, yakni tingkat kesembuhannya yang belum memuaskan, baru di angka sekitar sampai 53 persen.

Idealnya kesembuhan mencapai 70 persen.

"Jadi kami terus berupaya dengan obat, mencari terapi, metodologi, agar jumlah pasien yang positif ini bisa dilakukan penyembuhan secepatnya. Tingkat kematian kita sangat rendah, ini diapresiasi oleh semua orang, hanya di angka 2,4 persen, ya," ujarnya.

Mengenai PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dilakukan DKI Jakarta kembali, pihaknya sepakat di Bodebek, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi, tetap menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

"Tadi pagi jam 09.00 saya sudah merapatkan dengan kepala daerah di Bodebek. Kesimpulan yang pertama, kita mendukung sepenuhnya kebijakan PSBB ketat di Jakarta, dari Pak Anies dengan melakukan pola yang sama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan jakarta, tapi dengan pola yang namanya PSBM," katanya.

Wilayah Bodebek, katanya, memiliki wilayah yang ekonominya berhubungan dengan Jakarta, dan ada juga yang ekonominya bersifat mandiri.

Tentu perlakuan PSSB ini dilakukan berbeda sehingga pihaknya menyimpulkan PSBM adalah metode yang paling pas untuk situasi perbedaan seperti ini.

"Dan ini terbukti berhasil pada saat Secapa Angkatan Darat, itu tidak menutup satu Kota Bandung, tapi yang ditutup hanyalah kelurahannya," katanya.(muhammad syarif abdussalam/Tribunjabar.id)


jabar Virus Corona Bandung Raya Penyebaran Cimahi


Related Post



Loading...