Advertisement

Pelaku Pembajakan Akun Whatsapp Bupati Karanganyar Diduga Sindikat, Pembajak Akun WA Bupati Karanganyar Juga Minta Uang ke Kapolres

Pelaku Pembajakan Akun Whatsapp Bupati Karanganyar Diduga Sindikat, Pembajak Akun WA Bupati Karanganyar Juga Minta Uang ke Kapolres
(iNews/Wahyu Endro : Google)
Editor: Epenz Hot News —Jumat, 11 September 2020 08:56 WIB

Terasjabar.id - Pelaku pembajakan akun Whatsapp Bupati Karanganyar, Juliyatmono diduga sindikat. Bahkan, pembajak juga meminta uang ke Kapolres Karanganyar.


Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, menyampaikan polisi menyelidiki kasus tersebut setelah Bupati Karanganyar melaporkan kejadian yang dialami. Kasus tersebut telah menimbulkan korban.

Dua orang kolega bupati dari Kabupaten Rembang sudah mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang diminta pelaku. Polisi sudah meminta keterangan dari dua orang korban tersebut.

“Kami sudah mengantongi lokasi pelaku. Servernya terdeteksi di Sulawesi. Sudah kami intai. Tetapi kami belum bisa menyebutkan siapa mereka,” ujarnya, Kamis (10/9/2020).

Leganek Mawardi menyebut pelaku lebih dari satu orang. Bahkan, dia menyebut sejumlah pelaku dengan jaringan.

“Ini pekerjaan jaringan. Bukan hanya satu orang. Setiap orang punya peran berbeda-beda. Ada yang berperan distribusi dan lain-lain,” katanya.

Leganek Mawardi pun mengaku menerima pesan Whatsapp dari nomor tertentu. Tetapi akun WhatsApp tersebut menggunakan foto Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pelaku meminta sejumlah uang agar dikirimkan ke nomor rekening tertentu.

“Saya dapat WA dari nomor lain tetapi menggunakan picture profile-nya Pak Yuli (sapaan akrab Bupati Karanganyar, Juliyatmono). Itu modus baru yang dilakukan pelaku,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat waspada terhadap sejumlah modus yang dilancarkan pelaku dengan mengatasnamakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, maupun pihak lain. Dia mencontohkan modus yang sering digunakan pelaku.

“Ada yang meminta transfer dengan mengatakan bahwa anak calon korban itu ditangkap polisi. Ada juga yang anak calon korban terjerat narkoba, kecelakaan, dan lain-lain. Modus seperti itu banyak digunakan. Ada juga modus jualan online. Kali ini modusnya pejabat,” ujar dia.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak gampang tergiur tawaran, ajakan, bujuk rayu dari pihak-pihak tertentu melalui akun media sosial. Dia berharap masyarakat bijak dan dewasa menyikapi segala macam penawaran melalui media sosial.

“Saya harap masyarakat lebih dewasa dan melek teknologi. Banyak data yang diincar melalui teknologi informasi. Waspada terhadap hoaks, penipuan mengatasnamakan seseorang maupun lembaga,” ucapnya.


Disadurd dari iNews.id

Pembajakan Akun Whatsapp Bupati Karanganyar Kapolres Karanganyar


Related Post



Loading...