Advertisement

Gubernur Jawa Barat Menilai Kapasitas Pengetesan Covid-19 Masih Belum Optimal, Meminta Saran Doni Monardo untuk Libatkan Pihak Swasta

Gubernur Jawa Barat Menilai Kapasitas Pengetesan Covid-19 Masih Belum Optimal, Meminta Saran Doni Monardo untuk Libatkan Pihak Swasta
(Metro Tempo.co : Google)
Editor: Epenz Hot News —Kamis, 6 Agustus 2020 14:12 WIB

Terasjabar.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai kapasitas pengetesan Covid-19 masih belum optimal baik secara kuantitas sumber daya manusia hingga kemampuan laboratorium. Ia meminta saran kepada Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengenai kemungkinan melibatkan pihak swasta untuk melakukan pengetesan.

Hal itu disampaikan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan 2 Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Rumah Dinas Gubernur Jabar, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8).

Menurutnya, Jawa Barat memiliki penduduk paling besar sekaligus penyangga seperlima ekonomi negara Indonesia. Artinya, potensi risiko serta kerawanan penyebaran Covid-19 pun paling besar. Sejauh ini, ia mengklaim jumlah pengetesan yang dilakukan sangat tinggi dan penganggulangan pandemi masih terkendali dibandingkan dengan provinsi lain, di luar DKI Jakarta.

"Kelemahan Jawa Barat karena faktor populasi adalah mengejar persentase testing. Itu saja, walaupun kalau dijumlah (tingkat pengetesan) kita ini sudah tertinggi di luar Jakarta ya. Per hari ini sudah 160.000 (testing). Provinsi tetangga, seperti Jawa Tengah Jawa Timur ada di bawahnya. Jadi dengan testing yang relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain tapi angka kasus kami relatif lebih rendah," kata Ridwan Kamil.

Secara umum, kapasitas testing yang sanggup dilakukan sebanyak 5 ribu per hari atau kurang lebih sekitar 35 ribu testing setiap pekannya. Ia ingin kapasitas pengetesan bisa mencapai 50 ribu per pekan.

"Ada beberapa hal, ada tiga kalau boleh saya minta pendapat. Satu, kapasitas lab kami ini memang sudah mentok. Yang kedua, terima kasih sudah ada bantuan mobile mobile PCR (dari BNPB) itu membantu. Nah, yang ketiga Saya mau tanya ini ada tawaran dari pihak swasta (untuk peningkatan kapasitas test)," ucap dia.

Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut, ada beberapa pihak dari swasta yang ingin ikut terlibat dalam upaya peningkatan testing Covid-19, namun mereka ingin ada kesepakatan dari Doni Monardo.

"Pengetesan saja oleh pihak ketiga itu. Tinggal kita bayar saja satu kali berapa dengan kualitas sama. Bedanya, mobilnya mereka sediain semua sediain," ucap dia.

"Nah kalau ini bisa pak yang ketiga Saya kira mengejar 50.000 per minggu untuk mengejar 1 persen penduduk kami 500.000 dari 50 juta mungkin secepatnya bisa tercapai," ia melanjutkan.



Tanggapan Doni Monardo

Menanggapi permintaan Gubernur Jabar tentang keterlibatan swasata, Doni Monardo sendiri mengaku sudah mamulai bekerjasama dengan swasta. Artinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa melakukan hal yang sama.

“Nanti dari pemprov berkoordinasi dengan swasta yang berminat dalam penanganan, pemeriksaan dan pengembangan lab, itu bisa berkonsultasi dengan deputi penanganan darurat,” ucap dia.

Di lain pihak, Indonesia memiliki 378 laboratorium yang tersebar di berbagai daerah. Namun, belum diikuti dengan SDM atau petugas laboratorium, sehingga waktu kerja tidak optimal.

“Mesinnya tidak perlu ditambah tapi SDM-nya yang perlu ditingkatkan, termasuk dukungan logistik. Pada hari libur, ada penurunan pemeriksaan spesimen. Biasanya bisa 30 ribu per hari, pada hari libur bisa drop berkurang setengahnya,” jelas dia.

“Artinya, kita belum bisa melakukan terobosan, ketika libur mesin bisa bekerja. ini tantangan kita semua menyiapak SDM lebih berkualitas dan dukungan logistik. Harus tejamin kesemalatan. Karena ada risiko yang besar, tidak sedikit petugas lab yang terpapar,” pungkasnya.

Disadur dari Merdeka.com

Pandemi Virus Corona Pemprov Jawa Barat Doni Monardo


Related Post



Loading...