Advertisement

Doni Monardo Ingatkan agar Jangan Terpancing atau Terpengaruh Klaim Obat Covid-19 yang Belum Jelas

Doni Monardo Ingatkan agar Jangan Terpancing atau Terpengaruh Klaim Obat Covid-19 yang Belum Jelas
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Kamis, 6 Agustus 2020 13:31 WIB

Terasjabar.id - Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta para influencer seperti youtuber atau yang memiliki pengaruh dan pengikut dalam jumlah besar di media sosial untuk tidak membuat pernyataan atau menyajikan informasi seenaknya terkait dengan Covid-19.

Doni mencontohkan adanya informasi mengenai obat Covid-19 dari sejumlah pejabat ataupun influencer.

Doni mengatakan Satgas akan dengan senang hati menerima berbagai masukan dari pihak mana pun, termasuk jika ada informasi mengenai obat tradisional atau jamu yang selama ini berdampak pada ketahanan tubuh manusia.

"Tapi tidak boleh klaim ini obat, karena sangat berbahaya saat pihak tertentu apalagi figur yang menyatakan ini obat. Sampai sekarang ini belum ada obat Covid-19, dan vaksin pun masih dalam proses," kata Doni di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/9/2020).

Sejak berabad lalu, katanya, masyarakat Indonesia memang sudah terbiasa mengonsumsi jamu.

Namun dalam hal pengobatan, termasuk untuk Covid-19, tidak boleh ada yang mengklaimnya sebagai obat selain Menteri Kesehatan RI.

"Tapi klaim sebagai obat tidak dibenarkan, karena ini ada tahapan uji klinis dan ini izin dari BBPOM dan Kemenkes. Masyarakat dimohon untuk pahami ketentuan itu," katanya.

Doni pun meminta para influencer untuk bisa mengedukasi masyarakat lebih baik dengan menyajikan informasi dari para ahli yang berkompeten. Di sisi lain, masyarakat dituntut untuk lebih cerdas dalam menyikapi berbagai informasi di media sosial.

"Sekali lagi jangan terpancing, jangan ada yang terpengaruh. Kalau tok ini obat sudah bener, maka pengumuman resmi bukan dari orang per orang, tapi resmi dari Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto. Selain itu tidak ada," katanyam

Dengan demikian, katanya, tidak boleh ada pihak lain yang mengklaim sebuah temuan atau bahan apapun adalah obat Covid-19. Hal ini akan berbahaya jika ada publik figur yang menyebut ada bahan yang bisa menjadi obat Covid-19.

Doni mengatakan tidak masalah dengan penggunaan obat herbal untuk menangkal berbagi jenis penyakit.

Namun, ketika obat yang diklaim sebagai obat diperjualbelikan agar dikonsumsi banyak orang, maka harus melalui serangkaian uji klinis. Termasuk mendapat izin edar dari BPPOM dan Kementerian Kesehatan

(Tribunjabar.id)


Virus corona Covid 19 Youtuber


Related Post



Loading...