Advertisement

Dari 7.500 'Bumil' Di Kuningan 89 % Kekurangan Gizi

Dari 7.500 'Bumil' Di Kuningan 89 % Kekurangan Gizi
Dari 7.500 "Bumil" Di Kuningan 89 % Kekurangan Gizi
Editor: Epenz Teras Kuningan —Rabu, 5 Agustus 2020 20:38 WIB

Kuningan, Terasjabar.id - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, S.H., M.H. membuka resmi kegiatan Pembukaan Sosialisasi Regulasi Penanggulangan Stunting di Kab Kuningan, di Hotel Horison Tirta Sanita Sangkanurip, Rabu (05/08/2020).Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kab Kuningan dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM., Kepala Puskesmas Kuningan, para camat, para kepala desa dari wilayah fokus intervensi stunting di Kuningan, dan para narasumber.

Kepala Dinas Kesehatan dr Hj Susi Lusiyanti, MM memaparkan, tujuan kegiatan Sosialisasi Regulasi Penanggulangan Stunting di Kab Kuningan ini untuk menyamakan persepsi setiap SKPD, OPD, civitas akademika, dan para stakeholder di Kab Kuningan dalam memahami aksi intervensi penanggulangan stunting, sehingga terbentuk komitmen dalam melakukan perencanaan, komunikasi, dan konsolidasi yang baik.

Sementara itu, H Acep Purnama mengatakan, penanggulangan stunting merupakan tugas mulia, untuk membentuk generasi penerus yang unggul dan berkualitas. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar RI tanggal 3 Januari 2018, di Indonesia terdapat kasus stunting sebesar 30,8%, di Jawa Barat sebesar 30,1 %, dan untuk Kab Kuningan sebesar 24%, yang tersebar di 24 desa di beberapa Kecamatan, ungkapnya.

Target kedepan Kabupaten Kuningan menurunkan angka stunting menjadi 20%. Berdasarkan data penimbangan ibu hamil, dari 7500 orang yang ditimbang, diantaranya 89% ibu hamil yang kurang gizi. Hal tersebut berdampak pada kandungan maupun janin yang dikandung, termasuk pada proses persalinan, dan pada saat bayi lahir kemungkinan akan terkena stunting, ujar Acep.

Anak yang lahir stunting akan memiliki postur tubuh pendek, dengan kapasitas otak yang kurang. Masalah stunting ini penyakit yang serius apabila tidak ditangani dengan baik. Beberapa faktor penyebab masalah stunting ini diantaranya masalah pendidikan, kemiskinan, sosial budaya, penyebab tidak langsung antara lain, kesalahan penanganan, ketahanan pangan keluarga dan wsrga/masyarakat. Bupati H Acep Purnama mengemukakan, “stunting merupakan masalah nasional, sehingga perlu adanya komunikasi antara semua organisasi yang ada di desa untuk ikut serta dalam penanggulangan stunting. Pemerintah desa dapat mengalokasikan dana untuk kesehatan, termasuk penanggulangan stunting.” ungkapnya

(H WAWAN JR)

Bumil Kabupaten Kuningan Hotel Horison Tirta Sanita Sangkanurip Pembukaan Sosialisasi Regulasi Penanggulangan Stunting


Related Post



Loading...