Advertisement

Belajar Dengan Tatap Muka di Tengah Pandemi Virus Corona Untuk SD di Kabupaten Batang, Orang Tua Wajib Buat Surat Pernyataan

Belajar Dengan Tatap Muka di Tengah Pandemi Virus Corona Untuk SD di Kabupaten Batang, Orang Tua Wajib Buat Surat Pernyataan
(iNews/Suryono Sukarno : Google)
Editor: Epenz Hot News —Rabu, 5 Agustus 2020 11:20 WIB

Terasjabar.id - Belajar dengan tatap muka di tengah pandemi Covid-19 untuk sekolah dasar (SD) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), membuat siswa serta orang tua senang. Namun, orang tua siswa diwajibkan membuat pernyataan kesanggupan pembelajaran.

Dari pantauan iNews, suasana belajar siswa SD di Batang, menggunakan protokol kesehatan ketat. Siswa datang diantar orang tua hanya sampai gerbang sekolah. Mereka kemudian cuci tangan, menggunakan masker dan dicek suhu tubuh.

Mereka juga duduk di kelas yang hanya diisi 50 persen dari jumlah biasanya atau sekitar 10-15 siswa. Para siswa masuk bergantian atau hanya 3 hari dalam seminggu.

Pembelajaran tatap muka dianggap berisiko, sehingga orang tua wajib menulis surat pernyataan. Orang tua wajib mematuhi protokol kesehatan dan memantau anak-anaknya.

"Ada dua masalah, satu pandemi Covid-19 masih ada, yang kedua suasana kebatinan dari siswa dan guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar," kata Wihaji, Rabu (5/8/2020).

"Semua oke, dan wali murid saya minta surat pernyataan boleh anaknya boleh tatap muka dengan gur itu yang boleh. Yang enggak boleh tetap pakai daring," ujarnya lagi.

Sejumlah orang tua siswa mengaku senang dan mengapresiasi upaya pembelajaran tatap muka ini. Mereka tidak keberatan membuat pernyataan karena demi kebaikan putra putrinya.

"Alhamdulillah, anak saya senang sekali katanya adek bisa sekolah. Ini to namanya sekolah," kata orang tua siswa, Nita Sulistyaningrum.

Kepala sekolah SDN Denasri Wetan 02, Esti Yuni Partiwi menyebutkan surat pernyataan itu sudah diberikan dua minggu sebelum pembelajaran. Dia pun melihat orang tua ikut bekerja sama dengan baik.

"Surat itu sudah diberikan sejak dua minggu sebelum pembelajaran, jadi kalau ada apa-apa ini mereka ikut menanggung bersama. Karena sekolah tidak berjalan sendiri," ucapnya.

Disadur dari iNews.id

Pandemi Virus Corona SD Kabupaten Batang Jawa Tengah


Related Post



Loading...