Advertisement

Bupati Acep : Ihwal Aksi Penolakan Batu Satangtung Bukan Pemda Yang Menggerakan

Bupati Acep : Ihwal Aksi Penolakan Batu Satangtung Bukan Pemda Yang Menggerakan
Proyek ' Batu Satangtung' Curug Goong dihentikan dan disegel oleh Polisi Pamong Praja Senin (20/07-2020)
Editor: Malda Teras Kuningan —Rabu, 22 Juli 2020 09:28 WIB

Terasjabar.id - Penyegelan proyek 'Batu Satangtung' Curug Goong di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kab.Kuningan Senin (20/7/2020), hal itu masalah kecil artinya jangan terlalu dibesar-besarkan. Demikian ditegaskan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH terkait penyegelan 'Batu Satangtung' yang merupakan makam sesepuh Sunda Wiwitan Bale Paseban Tri Panca Tunggal.

"Saya tidak melihat sebuah perlawanan, untuk itu saya minta kepada semua pihak agar tetap tenang menghadapi permasalahan Curug Goong. Ingat jangan membesar-besarkan masalah, ini masalah sepele, masalah kecil," ujar Bupati, kepada awak media, Selasa (21/7/2020).

Lebih jauh H Acep menegaskan, pihak Paseban Tri Panca Tunggal dan warga setempst, hendaknya saling menghargai dan mengedepankan sikap toleran. Pihak Bale Paseban sebagai pemilik proyek tersebut, agar mematuhi peraturan dan ketentuan dalam mendirikan sebuah bangunan.

Terkait penyegelan Proyek Batu Satangtung yang dilakukan Satpol PP, tegas Acep merupakan langkah persuasif yang dilakukan Pemerintah Kab Kuningan, jauh sebelum proyek 'batu satangtung' dibangun, . Pemkab sudah memberi peringatan beberapa kali melalui surat untuk tidak melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. Selain itu, sebutnya, adanya reaksi dari masyarakat setempat bahkan ada rekomendasi dari institusu-institusi lain, maka pihak Pemkab perlu melakukan langkah-langkah, ujarya.

"Karena saya melihat juga ini sudah banyak pihak-pihak lain yang merasa keberatan, puncaknya kemarin Senin (20/7) ada gerakan. Gerakan itu, spontanitas atas kepedulian serta mempertahankan harga diri. Kita menghormati pada Paseban, hanya tolong apa yang menjadi anjuran pemerintah ikuti,".

Sementara itu, pihak Paseban Tri Panca Tunggal diminta mengeluarkan kebijakan terkait beberapa polemik 'batu satangtung'. Diantaranya menetapkan lahan pemakaman Curug Goong melalui Keputusan Bupati. Namun ia menolak dengan alasan untuk membangun pemakaman pribadi atau keluarga belum ada aturannya.

"Setahu saya, pemerintah wajib menyediakan lahan pemakaman umum untuk setiap masyarakat. Misal adanya perbedaan pemeluk agama, berdasarkan kelompok agama. Tapi untuk pemakaman pribadi belum ada aturannya," imbuhnya.

Lebih jauh H Acep Purnama mengungkapkan, sebelumnya pihak Bale Paseban telah mengajukan surat permohonan IMB, melalui DPMPTSP untuk pembangunan lahan pemakaman Batu Satangtung tersebut. Namun, melalui surat jawaban, pihak dinas tidak mengabulkan permohonan tersebut mengingat belum ada aturan yang mengatur tentang pembangunan pemakaman pribadi, jelas Acep. Biasanya kalau memohon sesuatu itu, tolong ada subjeknya yakni melalui dinas (DPMPTSP). Datang langsung jangan melalui surat, udah dijawab lagi oleh surat.

Sementara yang dikembangkan oleh mereka bahwa, pihak Pemkab tidak memberikan IMB. Bagaimana bisa daoat IMB, mengusulkannya saja belum) ," Jadi saya mohon, kepada Oki, jangan memutar balikan fakta. Jangan seolah-olah kejadian penyegelan proyek Batu Satangtung, pihak Pemda yang menggerakan, "Sorry" itu, bagaimana saya bersusah payah meredam semua pihak, agar mereka bisa menahan diri tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan. Pertimbangan yang paling utama terkait dengan penyegelan itu, dalam rangka melerai semua permasalahan yang terjadi kemarin, untuk tidak terjadi lagi persoalan yang lebih besar," tandas Acep. (H WAWAN JR)

Curug Go'ong Segel Pemerintah batu Satangtung Bupati Acep


Related Post



Loading...