Advertisement

Pakar Gestur: Ada Senyum Nyinyir di Bibir Jokowi ke Menteri

Pakar Gestur: Ada Senyum Nyinyir di Bibir Jokowi ke Menteri
Gelora.co
Editor: Malda Hot News —Kamis, 9 Juli 2020 14:52 WIB

Terasjabar.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan kekesalannya kepada kabinetnya. Jokowi dianggap mengeluarkan kenyinyirannya saat mengkritik kinerja pada menterinya.
"Level sindiran Jokowi secara umum kalau di sini lebih rendah. Mungkin level C ya. Tidak semeluap-luap video yang pertama," kata pakar gestur dan deteksi kebohongan manusia (lie detector), Handoko Gani, kepada detikcom, Kamis (9/7/2020).

Handoko merupakan satu-satunya trainer interview dan analisis perilaku (human lie detector) dari latar belakang sipil yang memiliki otorisasi penggunaan alat layered voice analysis (LVA).

Handoko mengatakan, ada sejumlah emosi yang terkandung dalam gestur Jokowi. Bahkan ada muatan kenyinyiran.

"Nuansa emosinya ada yang nyinyir dan marah, tergantung konteks kinerja yang biasa-biasa saja atau konteks anggaran. Senyum nyinyir tentang 'belanja biasa-biasa saja'," ungkapnya.

Selain itu, menurut Handoko kenyinyiran ini juga tampak saat Jokowi berbicara soal para menteri yang lebih tahu daripada dirinya.

Sedangkan terkait isu reshuffle, menurutnya itu masih ada dalam ungkapan Jokowi. Meskipun isunya telah diredam oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Soal isu reshuffle masih ada. Walaupun Pak Pratikno berusaha membicarakannya secara adem, bahkan sudah memakai kata bagus," jelasnya.

"Kedua, performance-nya betul ini jauh lebih baik, tapi 'belum' kata Pak Jokowi," ujar Handoko.

Untuk diketahui, Jokowi kembali mengingatkan para menterinya untuk bekerja lebih keras. Dia menegaskan jajarannya harus punya sense of crisis.

"Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini," kata Jokowi dalam pernyataan yang disampaikan BPMI Setpres pada Rabu (8/7)

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (7/7) kemarin. Jokowi mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa. Dia juga meminta ada terobosan.

"Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP (standard operating procedure) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut. Gimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya, menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi pernah marah di hadapan para menterinya pada 18 Juni 2020. Bahkan, saat ini Jokowi sempat melontarkan ancaman reshuffle.(dtk/Gelora)

Presiden Jokowi Handoko Gani Kritik Menteri


Related Post



Loading...