Advertisement

BREAKING NEWS, Gempa Guncang Rangkasbitung Banten, Magnitudo 5,4

BREAKING NEWS, Gempa Guncang Rangkasbitung Banten, Magnitudo 5,4
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Selasa, 7 Juli 2020 12:09 WIB

Terasjabar.id - Baru saja terjadi gempa bumi di Rangkasbitung, Banten pada Selasa (7/7/2020).

Guncangan gempa terjadi pada pukul 11.44 WIB.

Dari info yang dibagikan BMKG melalui akun Twitter, gempa tersebut bermagnitudo 5,4.

Pusat gempa berada di 18 kilometer barat daya Rangkasbitung dan pada kedalaman 82 kilometer.

Disebutkan, gempa di Banten ini tidak berpotensi tsunami.

"#Gempa Mag: 5.4, 07-Jul-20 11:44:14 WIB, Lok: 6.69 LS, 106.14 BT (18 km BaratDaya RANGKASBITUNG-BANTEN), Kedlmn: 82 Km, tdk dapat tsunami #BMKG."

Tadi Pagi Gempa di Jepara

Berita gempa Jepara, Jawa Tengah, menjadi trending topic di Twitter, Selasa (7/7/2020) pagi.

Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang di Jepara, Jawa Tengah, pada Selasa (7/7/2020).

Dari informasi yang dimuat akun Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), gempa terjadi pada pukul 05.54 WIB.

Pusat gempa Jepara berada di 53 kilometer barat laut Jepara dan pada kedalaman 578 kilometer.

Menurut BMKG, gempa Jepara ini tidak berpotensi tsunami.

Info gempa Jepara ini pun menjadi perbicangan hangat warganet di Twitter.

Hingga berita ini ditulis, kata kunci 'gempa' trending nomor satu di Twitter.

Banyak di antara mereka yang menuliskan cuitan tentang gempa tersebut.

Mereka menceritakan, durasi guncangan gempa terasa lama.

@Han97292695: Sepagi ini dah digoyang bumi. Stay safe ya, padahal aku sekarang posisinya di pesisir selatan tapi kerasa banget gempa nya #Gempa

@Galuh_jati: Lagi nyuci beras mau masak nasi, kerasa goyang2 apaan nih, morning sickness kah?halu. Eeeh gempa yak, owe teriak2 lari keluar rumah kagak ada yg percaya.

@wikidiew: Trending no 1 #Gempa.

@novaadyputra: Stay safe #Gempa.

@AjsKim: #gempa nya ada di Utara tapi kerasa sampai Selatan.

@adjidrummer1: Goyang nya lama banget #gempa.

@heyanies: #gempa yaampun tetangga daerah, stay safe everyone!

(Tribunjabar.id)

Berita Lain Gempa Selama Juni 2020

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama bulan Juni 2020, telah terjadi gempa tektonik sebanyak 667 kali.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempat tersebut terjadi dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

"Selama bulan Juni 2020 terjadi gempa tektonik sebanyak 667 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Jumlah gempa pada Juni 2020 ini meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 557 kali," ujarnya.

Ia merinci, selama bulan Juni 2020 terjadi gempa signifikan dengan kekuatan M > 5,0 sebanyak 16 kali.

Jumlah gempa signifikan ini jumlahnya meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 13 kali.

Selama bulan Juni 2020 terjadi gempa kecil dengan kekuatan M < 5,0 sebanyak 651 kali.

Jumlah gempa ini meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 564 kali.

"Selama bulan Juni 2020 terjadi gempa dirasakan guncangannya oleh masyarakat sebanyak 64 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Jumlah gempa dirasakan ini meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 63 kali," katanya.

"Selama Juni 2020 terjadi gempa merusak 2 kali, yaitu gempa Aceh-Sabang yang dipicu sesar aktif pada 4 Juni 2020 berkekuatan M 4,8, yang merusak beberapa rumah

dan gempa Maluku Utara yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina pada 4 Juni 2020 berkekuatan M 6,8 yang merusak ratusan rumah," terangnya.

Daryono menyebutkan, dari jumlah ratusan gempa tektonik yang terjadi selama Juni 2020 itu, Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu zona aktif gempa tektonik.

"Zona aktif gempa tektonik selama pada bulan Juni 2020 mencakup wilayah Aceh-Sabang, Bengkulu-Lampung, Selatan Banten - Jawa Barat, Selatan Jawa Timur, Bali, Lombok,

Sumbawa, Sumba, Banda, Palu, Poso, Morowali, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Mamberamo Papua. Zona aktif gempa ini bisa saja berlanjut hingga bulan Juli, tetapi bisa jadi segera meluruh aktivitasnya," ucapnya.

Dalam upaya monitoring aktivitas gempa di wilayah Indonesia, sambung dia, saat ini BMKG mengoperasikan 372 sensor seismograf.

"Sedangkan untuk menyebarluaskan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami, BMKG saat ini mengoperasikan 590 peralatan diseminasi informasi

yang terdiri dari Digital Video Broadcast (DVB) sebanyak 205 lokasi, Warning Receiver System (WRS) sebanyak 70 lokasi dan WRS NewGen - Realtime sebanyak 315 lokasi yang dipasang pada 2019," jelasnya. (Tribunjabar.id/ M Rizal)

(Tribunjabar.id)

Gempa Rangkasbitung Banten


Related Post



Loading...