Advertisement

Indahnya Gunung Hawu di Padalarang, Terbentuk 27 Juta Tahun Lalu, Mirip Natural Bridge di Virginia

Indahnya Gunung Hawu di Padalarang, Terbentuk 27 Juta Tahun Lalu, Mirip Natural Bridge di Virginia
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Selasa, 7 Juli 2020 10:35 WIB

Terasjabar.id - Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berada di kawasan pegunungan memiliki tempat-tempat yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Salah satu tempat yang eksotis dan bisa dikunjungi adalah kawasan tebing Gunung Hawu yang berada di Padalarang, KBB.

Gunung Hawu ini memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.

Yap, keunikannya adalah di tengah-tengah tebing itu terdapat lubang yang cukup besar.

Gunung Gawu ini memiliki keunikan seperti di Natural Bridge di Virginia Amerika Serikat.

Dalam bahasa Sunda, hawu merupakan  tempat untuk memasak secara tradisional.

Saat Tribun Jabar menyambangi lokasi itu bertemu dengan seorang petani bernama Ajun (68).

Ajun mengatakan ia yang warga setempat pun tak tahu menahu soal penamaan pertama Gunung Hawu tersebut.

Namun dari cerita-cerita sesepuhnya, kata dia, penamaan hawu itu diambil dari istilah Sunda yang artinya tempat tungku buat memasak di dapur.

"Hawu kan bahasa Sunda, emang mirip hawu gunung itu, karena ada lubangnya, " ujar Ajun.

Gunung Hawu.
Gunung Hawu. (Tribun Jabar/Syarih Pulloh Anwari)

Ajun menjelaskan dari ia  lahir, Gunung Hawu itu sudah seperti itu memiliki lubang di tengah-tengah gunung tersebut dan unik sekali.

Dikutip dari buku Bandung Purba penulis T Bachtiar dan Dewi Syafrani, Gunung Hawu ini merupakan drof off atau tempat laut dangkal.

Tempat berupa tebing curam yang ditumbuhi karang beraneka ragam yang terbentuk 27 juta tahun yang lalu.

Dari buku itu, Gunung Hawu berada di Kawasan bukit kapur Citatah, KBB.

Jarak dari Kota Bandung ke kawasan perbukitan kapur Citatah sekitar 20-25 km.

"Perbukitan kapur memiliki nilai yang tinggi, sehingga perlu dicagarkan dijadikan monumen alam, sangat baik bila dikembangkan sebagai cagar bumi guna mempertahankan keragaman bumi dari kehancur sehingga dapat dijadikan kampus lapangan," dikutip dari buku Bandung Purba, penulis T Bachtiar dan Dewi Syafrani.

Senada dengan itu, Gunung Hawu yang berlokasi di Kecamatan Padalarang bakal masuk kajian geopark menjadi salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan dan dirawat keberadaanya.

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan, Asep Diki Hidayat mengatakan pihaknya ke depannya bakal mengajukan kajian dengan berbagai pihak lainnya, yang salah satunya adalah Gunung Hawu memiliki nilai historisnya terbentuk 'Bandung Purba'.

"Lagi proses kajian ke depannya terintegrasi dari sisi sejarah geologis, dan daya tarik cagar budaya yang harus dijaga, " ujar Asep.


(Tribunjabar.id)

KBB padalarang gunung Hawu


Related Post



Loading...