Advertisement

Orang yang Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher di Hotel di Cianjur Ternyata Bunuh Diri

Orang yang Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher di Hotel di Cianjur Ternyata Bunuh Diri
Detik News
Editor: Malda Hot News —Senin, 6 Juli 2020 10:02 WIB

Terasjabar.id - Hasil penyelidikan pihak kepolisian warga Jakarta yang ditemukan tewas bersimbah darah di Hotel Sanggabuana diduga karena bunuh diri.

Kepala urusan Sub Bagian Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Novi, menyampaikan hasil penyelidikkan Satreskrim Polres Cianjur dan Polsek Pacet.

"Hasil olah TKP dan keterangan saksi termasuk dari keluarga korban, berdasarkan barang bukti yang ditemukan di TKP dan hasil pemeriksaan dokter forensik, korban diduga meninggal karena perbuatan sendiri atau bunuh diri," ujar Ade melalui sambungan telepon, Senin (6/7/2020).

Diberitakan sebelumnya, M YS (65) ditemukan tewas di sebuah hotel di kawasan Pacet, Kabupaten Cianjur, dengan luka sayatan di leher dan urat nadi tangan.

M YS ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (4/7/2020) sore setelah pihak Hotel Sanggabuana Cianjur kesulitan menghubungi yang bersangkutan karena waktu check in hotel telah berakhir.

Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Novi, mengatakan kronologis kejadian penemuan mayat berawal dari laporan petugas hotel.

"Sabtu tanggal 4 Juli 2020 sekitar pukul 16.00 WIB Kapolsek Pacet Kompol Suhartono SH didampingi Pawas Polsek Pacet beserta piket fungsi melakukan cek TKP penemuan mayat seorang laki-laki," ujar Ade, Minggu (5/7/2020).

Dari identitas, mayat pria ini diketahui berasal dari Jakarta Timur.

"Penyebab kematian masih diselidiki pihak kepolisian," kata Ade.

Ade mengatakan, dari keterangan beberapa saksi, pria asal Jakarta Timur tersebut datang pada Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 22.15 WIB.

Ia melakukan registrasi dan mengambil kunci kamar sedangkan pemesanan kamar dengan menggunakan aplikasi OYO menginap selama satu hari sampai dengan hari Kamis (2/7/2020).

Lalu pada Kamis (2/7/2020) pria tersebut kembali memperpanjang menginap di kamar nomor 135 dengan melakukan registrasi ulang.

Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 10.30 WIB pria tersebut check out dari Hotel Sanggabuana. Sekitar pukul 13.36 WIB, korban datang kembali menginap melalui pemesanan aplikasi OYO dan korban ditempatkan di kamar nomor 227 namun karena menginginkan kamar dilantai II tepat di atas kamar sebelumnya sehingga korban meminta pindah dan ditempatkan di kamar nomor 237.

"Sabtu (4/7/2020) korban dihubungi oleh resepsioni untuk konfirmasi karena batas waktu check in sudah habis namun tidak ada jawaban," katanya.

Selanjutnya sekuriti dan housekeeping mengecek pria di kamarnya dan menghindari hal yang tidak diinginkan.

Mereka kemudian mencoba membuka pintu kamar korban namun tetap tidak terbuka, selanjutnya sekuriti berkoordinasi dengan GM Hotel Sanggabuana yang selanjutnya bersama sama mengecek korban dengan menggunakan tangga menuju balkon lantai II kamar 237.

"Pada saat berada di balkon dan saksi menggeser gorden dengan menggunakan kawat terlihat lumuran darah di tempat tidur korban dan posisi korban berada di bawah tempat tidur," katanya.

Lalu pihak Hotel Sanggabuana melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Pada saat dilakukan cek TKP oleh Inafis Polres Cianjur, Polsek Pacet, dan tim medis RS Cimacan kamar dalam keadaan terkunci dari dalam dan jendela terkunci rapat sedangkan kondisi korban dalam keadaan telungkup dengan luka sayatan di bagian leher sebelah kanan dan luka sayatan di lengan kiri urat nadi terputus. (Tribunjbar.id)



Tewas sayatan Leher Cianjur Bunuh Diri


Related Post



Loading...