Advertisement

Bupati Bandung Barat Sempar Kebingungan Setelah Wilayahanya Dinyatakan Masuk Zona Kuning, Ada Kesalahan Data di Provinsi

Bupati Bandung Barat Sempar Kebingungan Setelah Wilayahanya Dinyatakan Masuk Zona Kuning, Ada Kesalahan Data di Provinsi
(tribunjabar/hilman kamaludin : Google)
Editor: Epenz Hot News —Senin, 6 Juli 2020 08:04 WIB

Terasjabar.id - Bupati Bandung Barat, Aa Umbara, sempat kebingungan setelah wilayahnya dinyatakan masuk zona kuning yang sebelumnya zona biru.

Setelah ditelusuri oleh pihaknya melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 KBB dan Dinkes KBB, terdapat ada salah pendataan terhadap 11 kasus Covid-19 di KBB yang dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat.

"Artinya saat ini kita sebetulnya masih ada di zona biru, bukan zona kuning. Kemarin memang ada yang positif dua orang, tapi itu juga kasus impor. Tidak mungkin hanya karena dua orang positif di Desa Pagerwangi, KBB jadi zona kuning," ujar Aa Umbara.

Pihaknya bakal menargetkan dua minggu ke depan setelah hasil evaluasi, wilayah KBB bisa masuk zona hijau.

"Dua minggu lagi kan ada evaluasi dari Jabar, kalau bertambah kasus sembuhnya mungkin bisa lebih dekat ke zona hijau. Jadi wisata untuk pengunjung luar Jabar pun sekarang aman," ucap Aa Umbara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut ada kekeliruan pada pendataan pasien positif Covid-19 di KBB yang sebetulnya tidak masuk basis data Covid-19 Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 KBB.

"Jadi ada kekeliruan pendataan pasien positif Covid-19 dari Gugus Tugas Jabar. Ada sekitar 11 pasien positif yang disebutkan dari KBB, padahal sudah lama tidak tinggal di KBB. Jadi, itu penyebab KBB masuk zona kuning lagi," ungkap Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan.

Pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Jabar untuk melakukan perbaikan pendataan, karena 11 pasien positif Covid-19 tersebut akhirnya masuk ke data pasien positif di daerah tinggal saat ini.

"Mungkin karena yang bersangkutan tidak memperbaiki administrasi kependudukannya. Tapi kami sudah koordinasi dengan Gugus Tugas Jabar agar diperbaiki," ucapnya.

Hernawan menjelaskan, sampai saat ini, ada 73 kasus positif Covid-19 di KBB. Perinciannya 15 orang positif aktif, 55 orang sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.

"Jadi sampai saat ini di KBB hanya ada sisa 15 pasien positif aktif yang sedang dalam perawatan. Intinya semua karena faktor alamat tinggal dulu," ucap Hermawan.


Disadur dari Tribunjabar.id

Pandemi Virus Corona Bupati Bandung Barat Zona Kuning KBB


Related Post



Loading...