Advertisement

Penambahan Angka Kasus Positif Virus Corona di Jabar Kembali Meningkat Dalam Sepekan ini, Tracing Contact Masih Dianggap Langkah Strategis

Penambahan Angka Kasus Positif Virus Corona di Jabar Kembali Meningkat Dalam Sepekan ini, Tracing Contact Masih Dianggap Langkah Strategis
Ilustrasi Swab Test (tribunjabar/handika rahman : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 5 Juli 2020 10:29 WIB

Terasjabar.id - Penambahan angka kasus positif Covid-19 di Jawa Barat kembali meningkat dalam sepekan ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun akhirnya harus kembali bekerja lebih keras melakukan tracing contact atau pelacakan kontak erat pasien-pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani, mengatakan menemukan orang yang pernah kontak dengan pasien positif adalah upaya strategis guna menyetop penularan Covid-19.

"Pelacakan kontak didahului dengan mengidentifikasi kontak erat selama 14 hari ke belakang dari dilakukannya swab test. Empat belas hari ini dianggap sebagai masa inkubasi terpanjang Covid-19," kata Berli Hamdani di Kota Bandung, Minggu (5/7/2020).

Berli mengatakan, setiap orang yang diketahui berkontak dengan pasien positif Covid-19 akan dites dan diminta mengisolasi diri.

Namun, melacak kontak pasien terkonfirmasi positif bukan hal mudah. Satu di antara kendala adalah memastikan semua kontak erat terindentifikasi by name by address.

"Komunikasi dengan kontak kunci atau orang yang paling mengetahui dengan siapa saja dan kapan terjadi kontak jadi kendala kami. Begitu juga kecepatan dan ketepatan penetapan kontak," ucapnya.

Komunikasi yang efektif dan persuasif, kata Berli, amat penting guna menyelesaikan kendala dalam pelacakan kontak. Indentifikasi pun mesti dilakukan secara sistematis berdasarkan kronologis kejadian.

"Saat ini, rasio pelacakan kontak Jabar ada di angka 25,12. Kami juga terus meningkatkan pelacakan kontak yang disertai dengan tes, baik rapid test maupun swab test," katanya.

Dalam pelacakan kontak, gugus tugas provinsi melibatkan banyak pihak. Mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, gugus tugas kabupaten/kota, trisula desa, pegawai kelurahan, sampai relawan.

Keterlibatan banyak pihak diharapkan dapat meningkatkan rasio pelacakan kontak di Jabar. Supaya rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat pun akhirnya intens melacak kontak pasien positif Covid-19.

Pelacakan kontak amat penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 sekaligus mencegah ledakan jumlah kasus baru.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan konsistensi pelacakan kontak yang dilakukan pihaknya menjadi salah satu faktor sebaran SARS-CoV-2 di Jabar terkendali.

"Setiap satu yang kena dan satu meninggal karena Covid-19, itu lingkungan keluarga, temannya, semuanya contact tracing. Itu jadi sudah jadi standar prosedur gugus tugas. Makanya sebaran Covid-19 agak terkendali karena kami agresif dalam pelacakan kontak," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Contohnya, contact tracing atau pelacakan terhadap kontak erat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, (alm) Muhamad Solihin, yang dinyatakan positif Covid-19, kemudian meninggal dunia, Rabu (1/7/2020).

Layaknya pelacakan kontak pasien Covid-19 lainnya, dalam hal ini pelacakan tersebut dilakukan kepada para aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemprov Jabar, keluarga, dan orang lainnya yang pernah kontak erat dengan almarhum. Kemudian dilakukan swab test menggunakan metode PCR.

Emil mengatakan, dia dan Pemprov Jabar sangat berduka. Almarhum adalah pahlawan yang selama ini mempersiapkan Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi, sebagai kawasan isolasi mandiri berkapasitas ratusan orang, bagi pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala atau OTG.

"Kami sangat berduka, putra terbaik di lingkungan Pemprov Jabar terpulang. Beliau bagi kami itu pahlawan karena yang menyiapkan BPSDM dari nol sampai bisa menyembuhkan ratusan pasien itu sampai dapat pulih," katanya.

Ridwan Kamil mengatakan, di tengah masa dukanya ini, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar pun melakukan contact tracing terhadap ASN di kantor barunya, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar.

Solihin selama sekitar dua minggu mengepalai Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar.

"Kami melakukan tracing dan testing, hasilnya belum keluar. Dan saya sendiri satu hari setelah mendengar beliau memang terpapar Covid-19 juga, saya melakukan tes swab, yang ketiga kali, dan hasilnya alhamdulillah masih negatif," katanya.

Hal serupa pun, katanya, dilakukan kepada kontak erat pendiri Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, yang juga meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19.

"Kami menyampaikan rasa duka cita kami, itu orang tua kita semua, almarhum Hilmi Aminuddin. Kami sudah melakukan tes swab kepada keluarga dan semua lingkaran yang terkait erat. Hasilnya belum kami peroleh," katanya.

Untuk yang sudah terlacak, langsung dilakukan tindakan swab dan bila perlu diisolasi, baik secara mandiri maupun dikirim ke pusat isolasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jabar.


Disadur dari Tribunjabar.id

Pandemi Virus Corona Pemprov Jawa Barat Swab Test


Related Post



Loading...