Advertisement

Hina Santri dengan Sebut Calon Teroris, Nanang: Denny Siregar Tak Tersentuh Hukum, 8 Kali Dilaporkan

Hina Santri dengan Sebut Calon Teroris, Nanang: Denny Siregar Tak Tersentuh Hukum, 8 Kali Dilaporkan
Portal Islam
Editor: Malda Hot News —Jumat, 3 Juli 2020 10:03 WIB

Terasjabar.id - Polisi akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait status Facebook Denny Siregar yang dianggap menghina santri di Tasikmalaya.

Atas laporan tersebut, saat ini, polisi akan mencari bukti-bukti tindak pidana yang telah dilakukan Denny Siregar.

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari perwakilan masyarakat mengenai kasus itu.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, Denny Siregar dianggap melanggar UU ITE karena telah menyebarkan konten yang bersifat memecah belah melalui akun media sosial.

"Kita akan proses sesuai tahapan-tahapannya. Saat ini kita akan mencari bukti-bukti kasus itu," kata dia, Jumat 3 Juli 2020.

Anom meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Ia mengimbau masyarakat tak perlu melakukan aksi terkait kasus itu.

Sebab, saat ini pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya teratasi, sehingga masyarakat masih dianjurkan menerapkan protokol kesehatan.

"Masyarakat percaya saja pada kita. Sekarang jaga kondusovitas dulu, apalagi sekarang masih pandemi Covid-19. Kita jaga kondusivitas bersama," kata dia.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Forum Mujahid Tasikmalaya melakukan aksi damai di depan Polresta Tasikmalaya pasa Kamis 2 Juli siang.

Aksi itu dilakukan menanggapi status Denny Siregar yang dianggap menghina santri dan pesantren.

Kendati demikian, Anom mengatakan, aksi itu berjalan kondusif tanpa menimbulkan kericuhan. Massa aksi juga membuat laporan agar polisi menindaklanjuti kasus penghinaan yang dilakukan Denny Siregar.

Aksi ratusan massa tersebut, sekaligus mengantarkan berkas laporan terhadap terduga kasus tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin yang diduga dilakukan Denny Siregar, pegiat media sosial (buzzer).

Pelaporan tersebut langsung diterima Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto. Usai berbincang sekitar 15 menit, prosesi penyerahan laporan pun dilakukan.

Kordinator Aksi Forum Mujahid Tasik, Nanang Nurjamil berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini. Karena ujar dia, Denny sudah delapan kali dilaporkan ke Mabes Polri namun tak kunjung tersentuh oleh hukum.

Untuk infromasi, dalam postingan akun medsosnya, Denny pada tanggal 27 Juni 2020 mem-posting tulisan yang intinya menghina serta memfitnah para santri Tahfidz Alquran Daarul Ilmi dengan judul 'Adik-adikku Calon Teroris yang Abang Sayang,'.

Denny juga mem-posting foto para santri di pesantren itu. Padahal, foto tersebut saat para santri sedang mengikuti aksi 212 beberapa waktu silam. Kini, postingan tersebut telah dihapus.

Pimpinan Ponpes Tahfidz Alquran Daarul Ilmi, Ustadz Ahmad Ruslan Abdul Gani menambahkan, unggahan Denny tersebut merupakan penghinaan bagi pihak pesantren, keluarga santri, para pengajar dan umat Islam Kota Tasik.

"Tentu itu penghinaan serta pencemaran nama baik pesantren. Pihak keluarga santri juga tentunya kecewa. Kami juga marah serta merasa terusik dengan semua pernyataan Denny. Kita akan proses sampai benar-benar Denny dijebloskan ke penjara. Jangan main-main dengan Tasik," tegasnya.

“Maka dari itu, kami harap apa yang telah dilakukan terduga pelapor dapat dihukum yang setimpal. Santri, pihak pesantren dan pengajar pesantren sungguh terluka dengan postingan dia (pelapor, Red),” ujarnya usai aksi.***(Pikiran Rakyat)

Denny SIregar Polisi Santri Tasikmalaya Nanang


Related Post



Loading...