Advertisement

Sujud di Depan Dokter, Bu Risma Disarankan Mundur Dari Kursi Kepemimpinan Oleh Netizen

Sujud di Depan Dokter, Bu Risma Disarankan Mundur Dari Kursi Kepemimpinan Oleh Netizen
Genpi.co
Editor: Malda Hot News —Selasa, 30 Juni 2020 09:05 WIB

Terasjabar.id -- Wali Kota Risma jadi trending topic dengan sebutan Bu Risma. 

Hal ini terkait dengan aksi sujud Risma di hadapan para dokter yang tergabung dengan IDI.

Di jagad  twitter netizen banyak yang menyarankan mundur kalau sudah tak kuat jadi presiden.

Namun Netizen pendukung Risma membelanya seperti terjadi dalam dialog ini.

"Pemimpin kalo sudah ngak sanggup.  Mundur aja bu."  Tulis akun @AN_ferdian82

"Anda warga Surabaya bukan? Coba tanya mayoritas warga Surabaya rela nggak kalo bu Risma mundur?" Jawab akun @anita_sari25

Dialog tersebut mengundang perdebatan netizen seperti di bawah ini.

@slametmaulana55: saya sependapat dengan masnya. seharusnya beliau yang memberi komando ke bawahnya agar menjalankan apa yang ditugaskan pemimpin nya

@KenArok58122516: Tipikal bu risma kalau bisa dikerjakan sendiri ya dikerjakan sendiri lgsg turun lapangan. Jadi ga usah menjelekan seseorang. Apa anda bisa ?? Koreksi diri aja.

@bananaitupisank: beliau ngasih komando kok, bahkan ke desa2 sendiri juga sering datengin lgsg, tp emg warga sby aja banyak yg menyepelekan covid jd ya seenaknya sendiri bertingkah seolah olah gaada covid :)

@AldiAlfitra: Sy bukan orang sby tp eneg liat drama2 nya 

@mrs_saktiwibowo: Bukan orang surabaya Kok komen.

@athallahzaki2: Langsung kicep dianya gan

@ajitelerzz: dee wong pedalaman gan

@anita_sari25: Coba dibantuin dong, mba. Biar gak kaya orang kelimpungan terus

Seperti diketahui, Wali Kota Risma kembali melakukan aksi di luar dugaan yang membuat audiens pertemuan kembali dibuat heboh olehnya.

Momen Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendadak bersujud di hadapan dokter spesialis paru saat pertemuan dengan IDI di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).
Momen Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendadak bersujud di hadapan dokter spesialis paru saat pertemuan dengan IDI di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020). (surya.co.id/nuraini faiq)

Risma bersujud dua kali sambil menangis saat melakukan audiensi dengan para dokter dari IDI dan beberapa direktur Rumah Sakit pelayanan Covid-19 di Surabaya.

Pemicu Risma sampai bersujud pun diketahui.

Demikian pula, dokter yang kala itu dipegangi kakinya oleh Risma juga turut menyampaikan pesannya.

Berikut fakta-fakta selengkapnya dirangkum kembali oleh TribunJatim.com:

Audience IDI dan Direktur RS

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan langkah di luar dugaan saat mengadakan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan para direktur RS di Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020). Risma tiba-tiba sujud di hadapan salah seorang dokter.

Dalam posisi bersujud, Risma meraih kaki salah seorang dokter tersebut.

"Mohon maaf Bapak .. mohon maaf," ucap Risma dengan suara parau dan memegangi kaki dokter ini.

Pantauan surya, Risma yang semula memimpin pertemuan tiba-tiba beranjak saat salah seorang dokter ahli paru senior dari RS Dr Soetomo menceritakan overload nya RS-RS karena virus Corona atau Covid-19.

Dokter itu mengenalkan diri bernama dr Sudarsono.

Dia menyebut di hilir, masih perlu ditingkatkan edukasi akibatnya banyak RS overload. RS terus disoki (dibanjiri) pasien.

"Mari kami mengajak konsolidasi dan koordinasi dengan Surabaya. Faktanya memang Surabaya banyak. Selain itu, Saya melihat di jalan jalan banyak warga dan ABG yang nongkrong di Warung," ucap dr Sudarsono.

Mendengar ungkapan ini, Risma merespons bahwa semua camat dan lurah sudah dikerahkan. Justru kampung tangguh berhasil. Tapi rumah mewah yang kini banyak positif Covid-19.

Pertemuan yang dilangsungkan di tenda posko dapur umum tenda pemkot itu pun terhenti sesaat begitu melihat Risma bersujud setelah pernyataan dr Sudarsono tersebut.

Risma beranjak dan berjalan ke arah dr Sudarsono. Seketika itu juga, Risma bersujud. Dua tangan Risma meraih dan merangkul dokter ahli Paru, dr Sudarsono di lantai tenda itu.

Saat ini pertemuan Pemkot Surabaya, IDI dan seluruh direktur RS di Surabaya masih berlangsung. Pertemuan ini sebenarnya untuk mencari solusi atas permasalahan di setiap RS dalam penanganan pasien Covid-19.

Reaksi Dokter Paru yang Dipegang Kaki oleh Risma

Tri Rismaharini sempat berdialog dengan seorang dokter sebelum sujud bersimpuh dalam pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya.

Dokter yang berdialog dengan Risma itu memperkenalkan diri dengan nama dr Sudarsono. 

Satu di antara yang diungkapkan yaitu mengenai overloadnya rumah sakit. 

Yang disebut di antaranya adalah RSU dr Soetomo Surabaya.

Dalam merespons itu, Risma memang mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit dalam kasus Covid-19 ini.

"Nuwun sewu saya tiap hari koordinasi dengan rumah sakit. Itu data kita ada rumah sakit kosong itu," kata Risma.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjelaskan status Covid-19 di acara ILC, Selasa (9/6/2020)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjelaskan status Covid-19 di acara ILC, Selasa (9/6/2020) (ILC TV One)

Risma mengungkapkan, tak ada yang ingin warganya terpapar. 

Segala upaya dilakukan Pemkot, termasuk harus lembur hingga dini hari.

Ketika menyampaikan hal itu suara Risma memang terdengar parau dan matanya merah lantaran menangis.

Sementara itu, dr Sudarsono saat ditemui seusai pertemuan mengatakan, pihaknya secara umum mengapresiasi langkah Pemkot namun dia hanya menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dilapangan.

"Saya sebetulnya juga merasa ya apa, tapi saya ngomong apa adanya," kata dia.

Isi Dialog Lengkap

Dokter yang berdialog dengan Risma itu memperkenalkan diri dengan nama dr Sudarsono.

Salah satu yang diungkapkan yaitu mengenai overloadnya rumah sakit.

Yang disebut diantaranya adalah RSU dr Soetomo Surabaya.

Dalam merespons itu, Risma memang mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit dalam kasus Covid-19 ini.

"Nuwun sewu saya tiap hari koordinasi dengan rumah sakit. Itu data kita ada rumah sakit kosong itu," kata Risma.

Jika pihaknya dituduh tak berkoordinasi, Risma membantah. Sebab, pihaknya terus melakukan komunikasi. Hanya saja, Risma mengatakan saat ingin memberikan bantuan APD saja ke RSU dr Soetomo, pihaknya ditolak.

Risma mengungkapkan, tak ada yang ingin warganya terpapar. Segala upaya dilakukan Pemkot, termasuk harus lembur hingga dini hari.

 Bikin Bupati Bogor geram, Ini Penjelasan Rhoma Irama tentang Alasannya Tampil Menyanyi di Hajatan

Ketika menyampaikan hal itu suara Risma memang terdengar parau dan matanya merah lantaran menangis.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan langkah di luar dugaan saat mengadakan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan para direktur RS di Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020). Risma tiba-tiba sujud di hadapan salah seorang dokter.

Dalam posisi bersujud, Risma meraih kaki salah seorang dokter tersebut.

"Mohon maaf Bapak .. mohon maaf," ucap Risma dengan suara parau dan memegangi kaki dokter ini.

Pantauan surya, Risma yang semula memimpin pertemuan tiba-tiba beranjak saat salah seorang dokter ahli paru senior dari RS Dr Soetomo menceritakan overload nya RS-RS karena virus Corona atau Covid-19.

Pemicu Risma Bersujud Dua Kali

Salah satu dokter yang hadir, menyampaikan terkait dengan penuhnya rumah sakit.

Praktis, hal itu sempat membuat rapat terhenti sejenak.

Dokter yang diketahui bernama dr Sudarsono itu salah satunya menyampaikan overloadnya rumah sakit dan masih banyaknya warga yang tidak patuh protokol kesehatan guna pencegahan virus Corona ( Covid-19 ).

"Kalau Bapak nyalahkan kami, kami gak terima, kami tidak bisa masuk disana," kata Risma dengan suara parau dengan matanya yang merah saat menangis tersedu.

Salah satu yang disebut penuh adalah RSU dr Soetomo Surabaya.

Padahal, kata Risma, pihaknya berulang kali ingin masuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu namun tidak bisa. Sempat ingin memberikan bantuan namun ditolak.

Dia merasa kesulitan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit tersebut. Padahal beberapa upaya penuh tengah digencarkan agar wabah virus Corona ini dapat terus dikendalikan di Surabaya.

"Tolonglah kami jangan disalahkan terus," kata Wali Kota Risma menangis.

Pertemuan itu digelar untuk membahas terkait dengan penanganan virus Corona di Surabaya. Rapat tersebut juga dihadiri oleh OPD Pemkot Surabaya.

(WartaKotalive)


Walikota Surabaya Bu Risma Dokter IDI


Related Post



Loading...