Advertisement

Candaan dan Curhatan Ridwan Kamil di Instagram Mulai Soal Kucing Oren sampai Turun 6 Kg Selama Covid

Candaan dan Curhatan Ridwan Kamil di Instagram Mulai Soal Kucing Oren sampai Turun 6 Kg Selama Covid
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Kamis, 18 Juni 2020 13:18 WIB

Terasjabar.id - Sosok Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang humoris memang jarang terlihat kehumorisannya saat menjalankan tugasnya memimpin Jawa Barat.

Namun candaan bahkan curhatan Ridwan Kamil malah sering ditemukan di unggahan atau postingan media sosialnya, terutama saat menjawab sejumlah komentar warganet di akun instagramnya.

Ridwan Kamil menjawab dengan candaan

Contohnya saat gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengunggah video mengenai ajakan untuk move on melalui adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19, Rabu (17/6/2020).

Dalam kolom komentar, akun @rw_nirwana bertanya kepada Kang Emil mengenai perbedaan antara zona merah, kuning, dan biru, dalam tingkat kewaspadaan Covid-19.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan swab test (tes usap) masif Covid-19 di Kantor Kepala Desa Samida Jl. Baeud No. 15, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2020).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan swab test (tes usap) masif Covid-19 di Kantor Kepala Desa Samida Jl. Baeud No. 15, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2020). (Istimewa)

Entah karena sudah berkali-kali menjelaskan perbedaan zona tersebut dalam unggahan-unggahan sebelumnya atau bagaimana, Kang Emil menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban mirip lirik lagu "Balonku".

"@rw_nirwana jadi kieu. Zonaku ada limaa. Rupa2 warnanya. Meletus zona hijau daar! Hatiku sangat kacau," kata Kang Emil sambil menggunakan emoticon tangga nada dalam jawabannya itu.

Dalam unggahan lainnya berupa foto yang memperlihatkan sejumlah kucing di ITB sedang makan secara terpisah, layaknya melakukan social distancing, Kang Emil pun sempat menjawab komentar dengan candaan.

Akun @anggadjatie bertanya, "Punten pak, kalo kucing oren kawin sama kucing item, presentase lahir keturunan oren berapa persen ya pa?" Kang Emil pun menjawab dengan candaan, "Mungkin 90%. Karena kawinnya penuh dengan KDRT."

Contoh lainnya,  saat menjawab komentar @onrechtink, "Pak jawab, Kenapa daerah Bandung namanya Sukamiskin, kenapa ga Sukakaya aja?"

Kang Emil pun menjawabnya, "Misk: wangi kasturi. Sukh itu pasar. Sukamiskin itu sejarah namanya dari Pasar Wewangian. Bukan miskin tidak punya uang."

Atau saat Kang Emil menjawab pertanyaan akun @punyakumu yang bertanya di kolom komentar, "dari 50 juta warga bapak, kenapa ga ada satupun cewe Jabar yang mau nempel sama saya pak?" tanyanya.

Kang Emil pun menjawab, "Gimana mau sama kamu. Postingan cuman satu. Profile menunduk gelap. Bari udud deuih."

Kang Emil juga menjawab pertanyaan dengan jawaban separuh candaan dan separuh serius.

Contohnya saat akun @putra_padra81 bertanya apakah data yang dipaparkan Gubernur Jabar di akun instagramnya berdasarkan data yang valid dan jujur.

"lnsya Allah bah. Seperti pepatah Ceu Edoh tea: Good data good decision. Bad data bad decision," kata Kang Emil.

Tidak hanya menjawab secara serius, setengah bercanda, atau total bercanda, Kang Emil pun kedapatan curhat melalui jawabannya saat menjawab komentar singkat dari @hanazm, "Makin kurus aja bapa teh."

Kang Emil yang saat itu memposting update kasus Covid-19 pun curhat dalam jawabannya, "Turun 6 kg."

Curhatan lainnya pun muncul saat menjawab komentar @kamalhd_ yang menyatakan pusing dengan data-data mengenai penyebaran Covid-19, "Lieur pak ah." Emil pun menjawab, "Komo sayah. Ngimpi ge ayeuna mah Covid wae." (Sam)

(Tribunjabar.id)

Ridwan Kamil Kucing Oren Candaan Covid 19


Related Post



Loading...