Advertisement

Pemkab Gunungkidul Berencana Membuka Kembali Destinasi Wisata. Pelaku Usaha di Gunungkidul Girang Dengar Kabar Tersebut

Pemkab Gunungkidul Berencana Membuka Kembali Destinasi Wisata. Pelaku Usaha di Gunungkidul Girang Dengar Kabar Tersebut
(iNews.id : Google)
Editor: Epenz Hot News —Kamis, 4 Juni 2020 13:43 WIB

Terasjabar.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana membuka kembali destinasi wisata. Kabar ini pun langsung disambut senang pemilik usaha.

Pemilik kedai lobster Pak Sis di Kawasan Pantia Timang, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul Wasiman mengatakan, dampak dari Covid-19 terpaksa menutup usaha hampir selama dua bulan. Penutupan tidak lepas kebijakan pemerintah yang menutup kawasan objek wisata untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

“Praktis usaha ikut berhenti, tapi mulai beberapa waktu lalu sudah mulai buka dengan model pemesanan secara online atau menjual lobster untuk pangsa ekspor,” kata Wasiman, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, untuk usaha di kedai praktis masih ditutup karena destinasi wisata belum dibuka. Wasiman pun mengaku senang dengan adanya wacana untuk membuka kembali objek wisata.

“Kami tunggu itu. Katanya, akhir Juni bisa dibuka dan saya berharap hal tersebut bisa direalisasikan,” katanya.

Sebelum destinasi benar-benar dibuka, Wasiman juga akan mempersiapkan untuk membuka kedainya kembali. Dia pun berkomitmen menaati protokol kesehatan dalam rangka pencegahan corona.

“Kebetulan tempat kami sudah ada fasilitas cuci tangannya. Jadi, tinggal mempersiapkan protokol kesehatan lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, pihaknya sudah mulai mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pembukaan destinasi wisata. SOP ini sangat dibutuhkan agar pembukaan objek bisa berlangsung aman sehingga tidak menjadi penyebab penyebaran virus corona.

Asti menjelaskan, pembukaan objek harus mengacu pada standarisiasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain menyediakan fasilitas cuci tangan untuk pengunjung, juga berencana menyediakan klinik untuk pemeriksaan.

“Harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga saat dibuka benar-benar aman,” katanya.

Menurut Asti, anggaran pembuatan tempat cuci tangan akan dianggarkan dalam APBD. Namun sebelum anggaran bisa dicairkan, para pelaku wisata bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan.

“Yang sederhana saja karena yang terpenting bisa digunakan untuk cuci tangan,” katanya.

Disinggung mengenai pembukaan objek, Asti mengakui tidak serta merta langsung dibuka semuanya. Hal ini dikarenakan harus ada uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara menyeluruh di setiap destinasi.

“Kita coba dulu. Nanti kalau berhasil, objek lain akan dibuka. Mudah-mudahan akhir Juni bisa dilakukan uji coba,” katanya.

Disadur dari iNews.id

Pemkab Gunungkidul Pandemi Virus Corona Destinasi Wisata


Related Post



Loading...