Advertisement

Serunya Melihat Aksi Orang Utan Sumatera Lewat Wisata Virtual di Kebun Binatang Ragunan

Serunya Melihat Aksi Orang Utan Sumatera Lewat Wisata Virtual di Kebun Binatang Ragunan
Tribunjakarta.com
Editor: Malda Hot News —Minggu, 31 Mei 2020 14:11 WIB

Terasjabar.id - Pandemi corona yang masih terus berlanjut menyebabkan segala aktivitas kita di luar rumah menjadi terbatas.

Rasa bosan, atau penat tentu dirasakan masyarakat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diberlakukan.

Namun, untuk mengobati sedikit kebosanan saat berada di rumah, Taman Margasatwa Ragunan menghadirkan wisata virtual bersama dengan binatang-binatang pilihan melalui akun sosial medianya.

Kali ini, bersama dengan dua ekor orang utan Sumatera bernama Ratna dan Dio.

Tangkapan layar wisata virtual bersama sosial media @ragunanzoo, Minggu (31/5/2020).
Tangkapan layar wisata virtual bersama sosial media @ragunanzoo, Minggu (31/5/2020). (ISTIMEWA)

Ratna dan Dio merupakan orang utan induk dan anak yangmana memiliki perbedaan usia cukup jauh.

Ratna berusia 22 tahun, sedangkan Dio masih berusia 7 tahun.

Masih dalam suasana lebaran, beberapa buah ketupat yang berisi kacang, kurma, serta kismis digantung pada rantai-rantai arena mereka bermain.

Dengan bersemangat, mereka berlari keluar kandang lalu bergelantungan, dan segera memakan ketupat-ketupat itu.

"Untuk orang utan sumatera, mereka makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Jadi gak hanya pisang," kata Azizah, perawat Orang Utan Sumatera dalam siaran langsung instagram @ragunanzoo, Minggu (31/5/2020).

Orang utan yang hidup di dalam penangkaran, memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan berada pada alam liar.

Sebab, selain banyaknya predator lain, orang utan yang hidup di alam liar juga beresiko terkena perburuan liar.

Adapun orang utan sumatera ini masuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah.

"Orang utan jika berada di alam liar itu angka harapan hidupnya sekitar usia 40 sampai 50 tahun. Sementara yang hidup dipenangkaran, itu bisa mencapai 55 tahun," kata Azizah.

Untuk kekuatan orang utan sendiri, Azizah memperkirakan 10 kali lipat lebih kuat ketimbang dengan kekuatan manusia.

Dalam wisata virtual tersebut, terlihat Dio anak Ratna tampak lebih aktif.

Bergelayutan, berlarian, sambil bermain dengan ranting dan daun-daunan.

Menurut Azizah, tindakan ini umum dilakukan oleh orang utan. Jika berada di alam liar, tumpukan daun tersebut dibuat sebagai tempat berteduh.

PSBB Mengubah Tingkah Laku Orang Utan

Selama masa PSBB, Taman Marga Satwa Ragunan ditutup dari kunjungan masyarakat umum.

Kondisi ini rupanya juga berpengaruh terhadap pola tingkah laku satwa yang ada di Ragunan, seperti Ratna dan Dio ini misalnya.

"Selama PSBB tidak ada pengunjung yang datang. Jadi orang utan Sumatera ini selama pandemi terjadi perubahan tingkah laku," jelas Azizah.

Selama PSBB, orang utan Sumatera terhindar dari sorotan mata pengunjung.

Ini menyebabkan mereka merasa lebih aman hingga menjadi lebih aktif daripada biasanya.

Namun, meski tak membuka kunjungan perawatan serta pemeriksaan kesehatan satwa-satwa di Ragunan tetap dilakukan setiap harinya.

"Selama pandemi Covid-19 ini ketersediaan pangan kita aman dan tercukupi. Jadi teman-teman gak usah khawatir. Perawatan khusus, mereka ada tambahan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dia (orang utan). Selama pandemi ini dolter hewan selalu berkunjung setiap hari sehingga kondisi mereka tetap terpantau,"ungkapnya.

"Setiap hari kegiatan kita sebelum melakukan aktivitas, pertama lihat kondisi satwa kita dulu gimana. Kesehatannya gimana, fasesnya sehat apa engga, makannya abis apa engga, abis itu baru bersihin kandangnya. Dikandang peragaan kita kasih mainan untuk dia main saat kita peragain. Setelah diperagain kita kasih makan, lalu kita pantau atau monitoring prilaku dia seperti apa," tambahnya.

(Tribunjakarta.com)


Orang Utan Sumatera Kebun Binatang Ragunan


Related Post



Loading...