Advertisement

Viral Tulisan Peringatan di Rumah yang Ditinggal Penghuninya Mudik, Kesepakatan Warga Desa Gandasari

Viral Tulisan Peringatan di Rumah yang Ditinggal Penghuninya Mudik, Kesepakatan Warga Desa Gandasari
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Minggu, 31 Mei 2020 10:42 WIB

Terasjabar.id - Foto tulisan peringatan di rumah viral di Twitter. Dari penjelasan di cuitan tersebut, foto itu sengaja dipasang di rumah yang ditinggal penghuninya mudik.

Cuitan itu dibuat oleh akun @dewisutrisno_. Ia mendapat foto tersebut dari Instagram Story temannya.

Berikut ini isi tulisan peringatan tersebut.

Mohon Maaf

Keluarga ini telah nekat berpergian keluar kota (mudik) ke daerah zona merah.

Untuk sementara hindari kontak langsung, jaga jarak, dan selalu gunakan masker.

Terima kasih

Pengurus RT 03/15


Sampai berita ini ditulis, cuitan itu sudah di-retweet sebanyak 19.700 kali dan mendapat 47 ribu like.

Setelah viral, akun @dewisutrisno_ memberitahu temannya yang merupakan sumber foto.

Ternyata banyak masyarakat yang tidak setuju dengan tindakan pengurus RT.

Namun, reaksi netizen berbeda dari masyarakat.

Mereka mendukung tindakan yang dilakukan pengurus RT.

"Hahah iya semoga dicontoh rt rt lain yaak.

Makasih btw. Pak rt banyak yang dukung.

Banyak banget warga sini yang ngejudge si bapa rt. Makanya makasih udah jadi viral biar bapa rt semangat wkwk," kata teman @dewisutrisno_.

Mengutip dari Kompas.com, tulisan tersebut dibuat di Desa Gandasari, Soreang, Kabupaten Bandung.

Parno, Ketua RT 03/15 membenarkan rumah yang ditinggal mudik akan diberi papan penanda.

“Betul,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (30/5/2020).

Parno juga mengatakan tujuannya adalah agar warga sekitar mengetahui dan lebih untuk perlindungan bagi warga yang lain.

Sehingga harapannya, hal itu dapat mempertahankan zona di wilayah tersebut agar tidak menjadi zona merah.

Pihaknya juga mengatakan pemasangan papan peringatan tersebut dilakukan sudah berdasarkan kesepakatan warga.

Selain itu, penghuni rumah sejauh ini juga menerima karena sudah ada sosialisasi sebelum mereka pergi.

“Kalau ini sih menerima, sebelumnya kami sudah informasikan, sosialisasikan untuk tidak pergi. Bahkan sebelum pergi sempat kami larang tapi akhirnya tetap pergi juga," kata dia.

Parno mengatakan, ada dua keluarga yang tengah melakukan karantina mandiri di lingkungannya.

Keduanya, disebut Parno, sudah menjalani isolasi lima hari karena mereka baru saja mudik dari Karawang.

Parno juga menceritakan, untuk pemasangan papan penanda di depan rumah warga seusai melakukan perjalanan jauh ini hanya dilakukan di wilayah RT-nya meskipun di lingkup RW juga ada berbagai imbauan baru.

Ajud Sudaswara selaku Ketua RW setempat mengatakan sudah sejak sebelum Lebaran sudah ada perintah untuk warga agar melakukan isolasi mandiri.

Terutama bagi warga yang baru saja melakukan perjalanan ke wilayah yang termasuk zona merah penularan virus corona.

“Pak RT 3 memang paling aktif dan sudah minta tanda tangan saya dan cap RW,” tutur Ajud.

Satu Desa di Garut Dikarantina

Desa Samida di Kecamatan Selaawi, Garut, dikarantina menyusul adanya tiga warga yang positif Covid-19.

Karantina direncanakan selama 14 hari hingga wilayah tersebut dinyatakan bersih.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, yang meninjau ke Samida menyebut, langkah karantina diambil Pemkab Garut karena adanya pasien baru di Selaawi.

Pihaknya juga memutuskan menerapkan PSBB di Selaawi.

"Di Samida ini, tingkat reproduksi (virus) cukup tinggi. ODP, PDP juga tinggi," ucap Helmi, Jumat (29/5/2020).

Karantina direncanakan dilakukan di satu desa.

Namun yang sudah jelas akan diterapkan di satu dusun. Sedangkan wilayah lain, akan dipantau perkembangannya.

"Di satu dusun ini ada yang ODP, PDP, dan positif. Ada 560 KK yang dikarantina. Nanti kami lakukan tracing ke kampung lain. Kalau memang harus karantina, akan dikarantina," katanya.

Untuk pelaksanaan PSBB di Selaawi, Helmi menyebut akan membatasi pergerakan orang pada malam hari.

Pasalnya di malam hari, virus lebih berpotensi berkembang biak lebih cepat ketimbang siang hari.

"Aktivitas apapun, ketika PSBB akan dibatasi. Terutama aktivitas pada malam hari. Malam tidak boleh ada yang keluar," ucapnya.

Menurutnya, ia sangat keras memberikan arahan dan imbauan agar masyarakat tidak keluar pada malam hari.

Ia juga menginstruksikan agar berbagai kegiatan mulai kembali dibatasi.

"Kalau malam hari virus itu kuat karena tidak terkena sinar matahari. Sementara daya tahan tubuh kita lemah," ujarnya. (Tribunjabar.id)




Viral Virus Corona Mudik Gandasari


Related Post



Loading...