Advertisement

Viral, Video Oknum Polisi di Maluku Pukuli Warga Tak Pakai Masker Pakai Tongkat Rotan, Ini Faktanya

Viral, Video Oknum Polisi di Maluku Pukuli Warga Tak Pakai Masker Pakai Tongkat Rotan, Ini Faktanya
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 30 Mei 2020 13:16 WIB

Terajabar.id - Sebuah video sejumlah anggota polisi yang pukuli warga kini tengah viral.

Dalam video yang viral itu terlihat sejumlah oknum polisi pukuli warga yang tak memakai masker.

Oknum polisi tersebut memukul warga tersebut menggunakan tongkat rotan.

Seperti yang diunggah akun Instagram @yuni.rusmini58.

Dari video tersebut terlihat sejumlah oknum polisi berpatroli di sebuah pasar.

Para polisi itu pun tegas memberikan sanksi kepada warga yang tak memakai maskar.

Oknum polisi tersebut memberikan sanksi dengan cara memukuli warga yang tak pakai masker.

Terlihat warga tersebut pun hanya bisa pasrah dan menurut.

Dalam keterangan akun Instagram tersebut, diketahui peristiwa itu terjadi di Pasar Mardika, Kota Ambon, Maluku.

Alih-alih menegur warga yang bandel, polisi tersebut menggunakan aksi dan cara tersebut.

Sayangnya perbuatan mereka terekam dan menyalahi aturan.

Ada 8 oknum polisi

Disebutkan ada 8 oknum anggota polisi yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya peristiwa itu pun diketahui oleh tim Gugus Tugas Covid-19.

Awalnya anggota Polda Maluku melakukan penertiban protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Pasar Mardika tersebut.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat mengatakan bahwa 8 anggotanya telah diamankan.

"Delapan anggota diamankan dalam kasus tersebut dan saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Maluku," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat saat dihubungi, Jumat (29/5).

Saat proses penertiban itu, katanya, delapan personel memberikan sanksi kepada warga yang tidak kedapatan tidak memakai masker.

Sanksi yang diberikan yakni memukuli menggunakan rotan.

Tak sesuai prosedur

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat menjelaskan cara yang dilakukan oknum polisi tersebut tak sesuai prosedur.

Menurut Roem, dalam menertibkan masyarakat tidak perlu dengan cara memukul dan hal tersebut tentu saja menyalahi prosedur.

"Hal tersebut bukan merupakan kebijakan dari Polda maupun Gugus Tugas Covid-19," ujarnya.

Meski begitu, Roem mengatakan peristiwa tersebut dilakukan di luar kendali oleh Polda Maluku.

Rotan dari Satpol PP

Dikutip dari Kompas.com, 8 oknum anggota polisi Maluku tersebut mendapatkan rotan dari Satpol PP yang disimpan di pos pasar.

"Dari Polda, mereka tidak dibekali rotan atau kayu untuk menertibkan seperti itu," ujar Roem.

Agar tidak terulang hal yang sama, Roem mengimbau agar setiap anggota yang bertugas di lapangan, untuk lebih humanis.

Terlebih, bagi anggota yang terkait dengan penanganan wabah Covid-19.

"Agar tegas namun tetap humanis serta menghindari aksi-aksi yang menyakiti rakyat, hal ini sesuai arahan Bapak Kapolri maupun Kapolda Maluku," pungkas Roem.

Diamankan

Ke delapan personel polisi itu pun telah diperiksa oleh Polda Maluku diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Anggota yang diamankan oleh Propam Polda Maluku ada 8 orang. Saat ini masih berproses," ujar Roem.

Peristiwa tersebut diketahui terekam dalam sebuah video viral yang beredar di media sosial.

Terlihat sejumlah personel polisi tengah berkeliling sambil membawa tongkat rotan kecil.

Heboh, Seorang Anggota Kopassus Gadungan Tertangkap Basah di Kota Bandung

Anggota Kopassus palsu ditangkap di Punclut Bandung.
Anggota Kopassus palsu ditangkap di Punclut Bandung. (Istimewa)

Baru-baru ini, seorang anggota Kopassus gadungan tertangkap di Kota Bandung viral di media sosial.

Pria tersebut ditangkap Jalan Punclut Kota Bandung.

Ia mengaku sedang berdinas di Pusdiklatpassus Batujajar.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi di sebuah warung di Cidadap, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Penangkapan anggota Kopassus itu pun heboh hingga viral di media sosial.

Seperti yang diunggah di Instagram @tnilovers18.

Dalam unggahannya memperlihatkan penangkapan pelaku anggota Kopassus gadungan tersebut.

Saat tertangkap terlihat pelaku mengenakan seragam serupa TNI AD lengkap.

Ia juga mengenakan topi baret merah.

Pada seragamnya itu tertempel diduga nama identitas dirinya bernama Bayu. S.

Ia berhasil diamankan bersama sejumlah alat bukti lainnya.

Peristiwa penangkapan tersebut viral, sontak saja warganet membanjiri kolom komentar.

Kebanyakan warganet menyayangkan perbuatan pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Seperti yang ditulis, @bayusuaji02, "Malu malu in nama "bayu" aja nih wkwkk."

@o.s.s.operators, "Kalau ga jadi tentara slow Aja kawan mungkin takdir mu ga disitu atau mungkin kurang keras usahamu, kalau ketangkep mewek kan."

@bram_geovedi99, "Berdoa dan berusaha supaya jadi prajurit TNI, jangan putus asa gagal sekali cari lagi gagal lagi daftar lagi karena kegagalan bukan akhir dari segalanya.

Nah kalo jadi gadungan gini siapa yang mewek, buat adik2 yang mau daftar TNI polri siapkan diri kalian olahraga jaga kesehatan , semangat dan selalu berdoa."

@andriyancee, "Ini sih Bukan kopasus tp Kopaja."

@luqman_aprian, "Raut wajah nya gak ada bekas pendidikan..didikeneun duh watir."

Sementara itu belum diketahui identitas dan motif pelaku menjadi anggota Kopassus gadungan tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, tribunjabar.id sedang mengkonfirmasi peristiwa penangkapan anggota Kopassus gadungan tersebut.

(Tribunjabar.id)


Viral Maluku Masker Rotan


Related Post



Loading...