Advertisement

Ancaman Pembangkangan dan Polemik Buka Mal-Masjid saat Corona

Ancaman Pembangkangan dan Polemik Buka Mal-Masjid saat Corona
Tribunnews.com
Editor: Malda Hot News —Kamis, 28 Mei 2020 10:06 WIB

Terasjabar.id -- Pemerintah mulai mengampanyekan konsep new normal di masa pandemi corona ini. Alasan utamanya adalah roda ekonomi masyarakat harus tetap berjalan.

Presiden Joko Widodo, Selasa (26/5) lalu bahkan memantau langsung persiapan pembukaan salah satu pusat perbelanjaan di Bekasi. Namun gaung rencana pembukaan tempat perbelanjaan ini dinilai tak sekencang rencana pembukaan tempat-tempat ibadah seperti masjid.

Hal ini yang kemudian dipertanyakan bahkan sebagian lain mengecam, mengapa mal akan dibuka sementara tempat ibadah masih ditutup. Padahal baik mal dan tempat ibadah sama-sama tempat berkumpulnya orang.

Persaudaraan Alumnus (PA) 212 adalah salah satu yang mengecam soal belum ada rencana pembukaan masjid untuk tempat aktivitas ibadah muslim.


Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif menyebut pemerintah yang lebih berorientasi terhadap kepentingan bisnis daripada ibadah umat atas wacana penerapan new normal dalam menghadapi virus corona.

Selain mengkritik keras, Slamet bahkan mengancam bakal menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk melakukan pembangkangan massal dengan membuka sendiri tempat ibadah.

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan prosedur new normal di Summarecon Mal Bekasi, Selasa (26/5) / FOTO: Muchlis-Biro SetpresPresiden Joko Widodo meninjau kesiapan prosedur new normal di Summarecon Mal Bekasi, Selasa (26/5). (Muchlis-Biro Setpres)


"Jika tidak, kami akan serukan umat Islam untuk pembangkangan massal dengan beramai ramai membuka tempat ibadah masing-masing," kata Slamet lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/5).

Ia berpendapat semestinya pemerintah tidak hanya mementingkan sektor ekonomi belaka. Kebebasan melaksanakan ajaran agama, kata dia, juga mesti diperhatikan. Menurutnya, pembukaan mal seharusnya dapat dibarengi dengan pembukaan tempat ibadah.

Konsep New Normal menurut Jokowi dapat dijalankan di wilayah yang angka R0 dan Rt sudah berada di bawah 1. R0 dan Rt merujuk kepada angka reproduksi atau tingkat penularan virus. Jika angka R di atas satu, jumlah kasus kumulatif meningkat. Sementara jika di bawah 1, maka kasus akan berkurang atau hampir tidak ada.

Saat ini, Jokowi menerapkan kesiapan new normal di empat provinsi dan 25 kabupaten/ kota dengan mengerahkan 340 ribu personel gabungan TNI-Polri untuk mendisiplinkan masyarakat. Setidaknya terdapat 1.800 titik yang akan menjadi objek pendisiplinan protokol kesehatan. Titik-titik itu tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Gorontalo.

Terkait pembukaan tempat ibadah, Menteri Agama Fachrul Razi baru mengumumkan bahwa pemerintah mulai menggodok rencana pembukaan masjid di tengah pandemi Covid-19 pada Rabu (27/5). Kementerian Agama, kata dia, akan membahas lebih teknis pembukaan rumah ibadah semua agama.

"Kami membuat konsep, agar secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan tetap menaati prosedur tatanan baru," kata Fachrul Razi usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo tentang 'Percepatan Penanganan Covid-19', Rabu (27/5).

Hanya saja, terang Fachrul, nantinya rencana pembukaan masjid dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan kegiatan salat terlebih dahulu. Sedangkan untuk ceramah, pengajian, atau kuliah tujuh menit [kultum] akan mempertimbangkan situasi di lapangan.

"Untuk edukasi, biasanya ceramah, kultum di rumah ibadah termasuk misalnya penjelasan soal covid ada tahapnya. Tahap pertama sepakat hanya ibadah salat saja dan sesingkat mungkin," ujarnya.

(ryn/ain/CNN)

Virus Corona Bekasi Joko Widodo Mal Masjid


Related Post



Loading...