TERASJABAR.ID – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang aktif dijalankan oleh Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak).
Kali ini Program PKM ini mengambil tema, “UMKM Opak Go Digital”, dimana PKM ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Pascasarjana S2 Ilmu Manajemen Dr. Agus Setyo Pranowo, S.E., M.M., yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan serta Ade Rizki Mahasiswa S3 sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
PKM ini melibatkan mahasiswa S2 Program Magister Ilmu Manajemen dan S3 Program Doktor Ilmu Manajemen, berlangsung di Kampung opak, Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam kegiatan PKM tersebut para mahasiswa menghadirkan UMKM penghasil opak, dengan berfokus pada pengembangan potensi masyarakat pengrajin pembuatan opak, yang selama ini dilakukan sangat tradisional.
Namun bukan pembuatan opak, akan tetapi dari segi pemasarannya dan pengemasannya juga masih tradisional, tentunya masyarakat pengrajin opak ini perlu pemahaman cara pemasaran yang saat ini terus berkembang dengan sistem digital.
“Untuk kami beserta mahasiswa mendorong kemandirian ekonomi, dimana para mahasiswa melaksanakan praktisi dengan memberikan pendampingan intensif,” ujar Dr. Agus.
Lebih jauh Dr. Agus menjelaskan, pendapingan yang dilaksanakan para mahasiswa melalui kegiatan PKM ini, mencakup teknik dalam pembuatan konten kreatif, dimana dengan konten tersebut produk lokal yang dihasilkan warga Kampung opak ini dapat dikenal lebih luas.
Dr. Agus juga menjelaskan, bukan hanya teknik pembuatan konten kreatif yang di ajarkan para mahasiswa, mereka juga mengajarkan bagaimana cara menghitung keuangan sederhana dan Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga peningkatan standar pengemasan dari produk opak tersebut.
Lanjut Dr. Agus, para mahasiswa ini juga melakukan transfer keilmuan yang direncanakan secara berkelanjutan disetiap semester seperti pembuatan akun di media sosial, TikTok maupun Instagram.
“Universitas Pakuan juga memberikan bantuan fisik berupa mesin penggiling beras untuk mendukung efisiensi produksi warga,” ungkapnya.
Bantuan mesin penggiling ketan ini mendapat apresiasi serta dukungan penuh dari pihak Pemerintah Kabupaten Karawang, yang dalam hal ini Lurah Pejaten dan UMKM setempat.
Dengan adanya PKM ini, mahasiswa dinilai berhasil mengubah pola pikir pelaku UMKM dari sekadar memenuhi kebutuhan harian, nantinya menjadi pengusaha yang lebih maju dan inovatif dalam membaca peluang pasar.
Sementara itu salah satu mahasiswa yang juga menjadi pionir kegiatan PKM di Kampung opak Karawang, Dany Rakca Andalasawan mengungkapkan, selaku mahasiswa ia melihat bahwa Kampung opak ini perlu mendapatkan pendampingan agar masyarakat yang mengadalkan hidupnya dari pembuatan opak dapat berkembang dengan inovasi baru dalam penjualan yang lebih modern.
“Saya melihat potensi di Kampung opak ini secara umum sangat baik ya, tetapi saya melihat dari segi akademisi perlu ada pendampingan agar mereka tumbuh dengan inovasi kedepannya,” ujar Dany.
Oleh sebab itu menurut Dany, di sinilah sesuai dengan arahan Presiden, peran dan fungsi pengabdian perguruan tinggi, harus bisa menjadikan solusi bagi masyarakat di sekitarnya.
“Nah, salah satu kegiatan hari ini, (Minggu, 18 Januari 2026) adalah menjawab dan mengimplementasikan perintah Presiden dan pemerintah, serta tujuan misi dari pendidikan,” jelasnya.
Mudah-mudahan kami mahasiswa disini, tidak hanya paham dan menguasai tentang keilmuan dan teori saja, tapi yang paling penting adalah bagaimana kemanfaatan dari praktik di lapangan bersama masyarakat, tambah Dany Mahasiswa S3.
Sementara itu Kepala Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya Hj. Nur Hani mengapresiasi kegiatan kepada para mahasiswa Universitas Pakuan ini, yang menyelenggarakan kegiatan PKM diwilayahnya.
“Semoga kegiatan PKM memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan pengrajin opak Cibuaya,” ujarnya.
Begitu pula yang disampaikan Komandan Rayon Militer (Danramil) 0405/Pedes, Kapten Chk Oman Adiana Saputra, S.H., yang juga melihat nyata kegiatan PKM tersebut.
“Masyarakat diajarkan bagaimana melakukan pemasaran yang baik secara digital, kemudian pola pikir yang baik sebagai UMKM, bukan hanya opak ini untuk makan sehari-hari, akan tetapi bisa terus dikembangkan,” tambahnya.










