TERASJABAR.ID – Setelah melakoni pertanadingan terakhir melawan Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Senin, 10 Maret 2025, Coach Bojan memberikan waktu untuk rehat kepada para punggawa Maung Bandung selama 10 hari.
Para pemain dan seluruh staff Persib Bandung dibebaskan dari program latihan bersama.
Pada pertandingan pamungkas di bulan Ramadan tersebut, Persib mencatat kemenangan 4-1 atas Semen Padang. Sempat tertinggal oleh gol pemain Semen Padang, Bruno Gomes melalui tendangan penalti di menit 37.
Maung Bandung berhasil bangkit dan membalikan keadaan, melalui Tyronne Del Pino, Adam Alis dan brace Beckham Putra Nugraha.
Libur cukup lama ini diberikan oleh Pelatih Persib, Bojan Hodak dikarenakan, Beckham dkk telah menjalani jadwal padat sejak tampil di Piala Presiden saat pramusim, AFC Champions Legue Two dan Liga 1 2024/25.
Keputusan mengistirahatkan pemain juga berkaitan dengan masa jeda internasional. Kemudian ada juga Libur Idul Fitri
Dan para pemain Pangeran Biru akan kembali berlatih untuk menjalani latihan bersama di hari, Jumat 21 Maret 2025. Akan tetapi baru akan bertanding lagi di Liga 1 pada 11 April 2025 di kandang Borneo FC.
Pelatih Persib, Bojan Hodak memanfaatkan waktu libur 10 hari untuk bertemu keluarga dan mengecek kesehatannya.
- Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan, Kemnaker Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat
- Korban Hilang di Ragawacana Belum Ditemukan
- Longsor di Kutawaringin 10 Rumah Rusak dan Jalan Tertimbun
- Sisi Gelap Keputusan AFC: Graham Arnold Ungkap Ketidakadilan Playoff Piala Dunia 2026 dan Empati untuk Indonesia
- Warga vs Pengembang Lahan For You Padel Tegang, DPRD dan BPN Turun Tangan Ukur Ulang
Tahun ini saya tidak punya cukup waktu. Jeda di musim lalu setelah kami menjuarai liga juga terbilang pendek
Selain berkumpul dengan keluarga, Hodak harus melakukan pemeriksaan kesehatan di negaranya. Jadwal singkat itu dia coba maksimalkan.
Saya juga harus melakukan medical check-up. Jadi saya harus melakukan semuanya itu dalam waktu sembilan hari (libur) ini.
Cek kesehatan harus dilakukan Bojan Hodak karena dirinya rutin meminum pil atau resep obat dari dokter untuk mengatur tekanan darahnya. Terkadang ia cukup emosional dan marah-marah di pinggir lapangan, memberi kritik atau memprotes akan keputusan wasit.
















