Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter murid.
“Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis ini akan memperhatikan aspek fisik, mental, dan karakter anak-anak. Kami ingin program ini menjadi bagian integral dari upaya penguatan karakter bangsa melalui nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian,” ungkapnya dilansir laman Kemendikdasmen.
Menteri Mu’ti menekankan bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta didukung pemenuhan gizi yang baik, merupakan fondasi penting mewujudkan visi Generasi Emas Indonesia 2045.
Selain itu, Menteri Mu’ti juga berharap agar kebiasaan hidup sehat ini diterapkan secara konsisten, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah. “Kalau makan makanan yang sehat dan bergizi, anak-anak kita akan menjadi sehat dan kuat,” tuturnya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa MBG saat ini telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Ia menargetkan angka ini terus tumbuh hingga mencapai lebih dari 80 juta penerima manfaat. “MBG ternyata setelah terus kita kerjakan, hari ini sudah mencapai 60,2 juta (penerima) manfaat,” ujarnya.
Dalam groundbreaking ini turut hadir Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; serta jajaran pejabat menteri, BGN, dan Polri. Kerja sama lintas kementerian ini mempertegas sinergi pemerintah dalam memastikan tercukupinya gizi murid di seluruh Indonesia.***















