TERASJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai mencairkan uang kompensasi bagi para supir angkot, becak dan andong.
Kompensasi itu diberikan sebagai pengganti pemasukan mereka selama tidak beroperasional saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, sebanyak 3.000 sopir angkot, becak dan andong menerima uang kompensasi dengan total dana yang disediakan mencapai Rp6,9 miliar.
“Saya sudah cek Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat, seluruh uangnya sudah mulai terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya,” ucap KDM, sapaan Dedi Mulyadi, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka Persiapan Pelayanan Perayaan Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, di Mapolda Jabar.
Kompensasi diberikan kepada sopir yang beroperasional di Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, Padalarang, Lembang, dan Kota Bandung. Beberapa di antara sopir itu diliburkan sebelum Lebaran, sedangkan yang lainnya sesudah Idulfitri 2026.
“Kita pertimbangkan sopir diliburkan bukan hanya arus mudik, tetapi juga arus wisata setelah hari raya,” kata KDM.
Selain menyiapkan uang kompensasi, Pemprov Jabar juga menyiapkan layanan kesehatan untuk masyarakat selama arus mudik dan balik Idulfitri. Layanan itu berupa mobil Mercy operasional Gubernur yang telah direnovasi menjadi mobil untuk layanan kesehatan darurat di tol Cipali.
Menurutnya, inovasi ini terinspirasi dari kejadian warga melahirkan di pinggir jalan tol. Dengan adanya kendaraan tersebut, Pemprov Jabar bisa memberikan layanan kesehatan lebih layak.

















