Sementara, para peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari pelaku IKM se-Jabar, asosiasi, serta perwakilan Disperindag kabupaten/kota di Jabar.
Dalam pemaparannya, Nining menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi IKM Jabar, mulai dari kesenjangan kapasitas dan standar kualitas, keterbatasan sumber daya hingga rendahnya daya saing terhadap produk impor.
“Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi. “Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal yang mampu menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” tegas Nining.
Menurutnya, Pemprov Jabar secara konsisten memberikan fasilitasi standardisasi setiap tahun melalui dukungan pemerintah daerah maupun pusat.
Program inkubasi akan memperkuat kapasitas manajerial pelaku IKM agar lebih modern, termasuk melalui digitalisasi keuangan. Dalam program inkubasi tersebut juga dibuka peluang bagi IKM untuk mengakses investor.***

















