TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk mengurai berbagai persoalan kompleks di kawasan Dago. Wilayah ini memiliki karakter unik karena menjadi pusat aktivitas industri pariwisata sekaligus kawasan permukiman warga.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-80 di Kelurahan Dago, Jumat, (30/01/2026).
Farhan menilai, meskipun secara wilayah tergolong kecil, Kelurahan Dago menghadapi tantangan yang berlapis dan tidak sederhana.
“Siskamling hari ini memperlihatkan betapa kompleksnya persoalan di Kelurahan Dago. Wilayahnya kecil, tetapi di sinilah pusat industri pariwisata Kota Bandung,” ujar Farhan.
Menurutnya, tantangan utama yang harus dihadapi bersama adalah bagaimana aktivitas industri pariwisata dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, tanpa mengesampingkan aspek lingkungan serta kenyamanan warga.
“Permasalahannya adalah bagaimana industri pariwisata ini bisa bersentuhan langsung dan memberi manfaat bagi warga masyarakat,” katanya.
Farhan mengungkapkan, sejumlah persoalan yang kerap muncul di kawasan Dago antara lain kemacetan lalu lintas, kebersihan lingkungan, hingga keterbatasan daya dukung lingkungan. Seluruhnya membutuhkan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Ia menekankan, penyelesaian persoalan di kawasan Dago tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan melalui pendekatan saling menyesuaikan antara industri pariwisata dan masyarakat.
“Kita akan mencari titik tengah. Baik industri maupun masyarakat harus saling menyesuaikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko melalui kegiatan siskamling.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan kawasan perkotaan.
“Ini semua harus kita tangani bersama,” tuturnya.
















