Ia pun menyampaikan harapannya terhadap masa depan pendidikan di wilayah 3T. “Saya sangat berharap ada pemerataan kualitas pendidikan, baik dari segi fasilitas, distribusi guru, maupun akses teknologi. Semoga murid di wilayah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Kehadiran pemerintah melalui berbagai program strategis turut memperkuat motivasi guru untuk terus mengabdi.
Risky menilai, kebijakan Tunjangan Khusus bagi guru di daerah 3T telah memberikan dampak nyata dalam mendukung keberlanjutan pembelajaran.
“Program pemerintah melalui pemberian Tunjangan Khusus bagi guru di daerah 3T telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja guru. Dengan adanya tunjangan tersebut, guru lebih termotivasi untuk melaksanakan tugas secara optimal, meningkatkan kedisiplinan dan kehadiran, serta berkomitmen untuk tetap mengabdi di daerah terpencil. Dampaknya, proses pembelajaran menjadi lebih stabil,” kata Risky.
Selain dukungan kebijakan, kolaborasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat keberhasilan program pendidikan.
“Dukungan yang paling berarti bagi saya adalah kepercayaan dan kolaborasi dari masyarakat sekitar. Ketika orang tua mulai percaya bahwa sekolah dapat membawa perubahan bagi masa depan anak-anak mereka, itu menjadi kekuatan besar dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” tutur Risky.
“Keterlibatan mereka, meskipun sederhana seperti memastikan anak hadir tepat waktu atau mendukung kegiatan sekolah sangat membantu keberhasilan pembelajaran. Selain itu, bantuan buku, alat peraga, dan pelatihan dari berbagai pihak juga sangat membantu,” tambahnya.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, dedikasi guru, serta dukungan keluarga dan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia di wilayah 3T terus diperkuat secara berkelanjutan.***
















