TERASJABAR.ID – Pemerintah terus memperkuat kehadiran negara dalam mendorong transformasi pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dukungan tersebut tidak hanya menyasar peningkatan kompetensi guru, tetapi juga pemerataan fasilitas dan akses teknologi pembelajaran.
Upaya tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul dari seluruh pelosok negeri.
Dilansir siaran pers Kemendikdasmen, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa praktik baik para guru di wilayah 3T menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang menghadirkan pembelajaran bermakna.
“Cerita praktik baik dari para guru menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Pemerintah akan terus memastikan dukungan yang lebih merata, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan distribusi guru, serta dukungan teknologi pembelajaran seperti Papan Interaktif Digital dan akses internet yang semakin luas,” ujar Nunuk.
Sebagai bentuk keberpihakan nyata, pemerintah terus menyalurkan Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi pendidik di daerah 3T.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 43.393 guru menerima TKG dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp636.710.771.290. Setiap guru penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat para pendidik di lapangan, salah satunya guru matematika di SMAS Ilmanah, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Risky Jalil.
















