Fasilitas ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027. Sementara itu, Tahap 2 dimulai pada April 2026 yang diharapkan mulai konstruksi pada November 2026. Operasional PSEL pada tahap ini ditargetkan mulai Mei 2028.
Selain pembangunan PSEL, pemerintah juga tengah menyusun roadmap nasional penggunaan teknologi pengolahan sampah yang komprehensif dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Upaya ini menjadi penting untuk memastikan pencapaian target nasional sampah dapat diolah 100% tahun 2029 yang diperkirakan mencapai 146.780 ton per hari.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan kombinasi berbagai teknologi pengolahan sampah.
Pengolahan organik di sumber diproyeksikan berkontribusi sebesar 12,4%, diikuti pengelolaan melalui TPS3R dan bank sampah sebesar 19,8%.
Selain itu, pemanfaatan teknologi RDF di kawasan industri semen diperkirakan mencapai 25,3%, sementara pengolahan melalui TPST non-RDF sebesar 20%.
Adapun pengolahan melalui Waste to Energy atau PSEL ditargetkan memberikan kontribusi sebesar 22 – 24 ?lam sistem pengelolaan sampah nasional.
Menko Pangan menegaskan optimisme pemerintah dalam penanganan sampah nasional yang kini didukung oleh kesiapan teknologi dan penguatan kolaborasi lintas sektor.














