TERASJABAR.ID – Upaya penanganan darurat terhadap terputusnya akses jalur Aceh Timur-Gayo Lues melalui Peureulak-Lokop terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga saat ini, pembukaan kembali jalur provinsi tersebut telah memasuki tahap akhir dan tinggal selangkah lagi untuk dapat terhubung secara fungsional.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. dalam keterangan resmi BNPB, menjelaskan bahwa penanganan darurat infrastruktur jalan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh secara bertahap.
Upaya itu sebagai bagian dari respons tanggap darurat pascabencana banjir dan tanah longsor. Pekerjaan dilakukan mulai dari kilometer 36 hingga kilometer 103.
Batas administratif Kabupaten Gayo Lues berada pada kilometer 110, sehingga sisa penanganan yang masih harus diselesaikan sepanjang 6,4 kilometer.
Dinas PUPR Provinsi Aceh menargetkan keterhubungan jalur (functional connectivity) dapat dicapai dalam waktu sekitar satu pekan ke depan melalui optimalisasi pengerahan alat berat serta personel lapangan yang bekerja secara intensif setiap hari.
Selain penanganan dari arah Kabupaten Aceh Timur, pembukaan jalur juga dilakukan secara paralel dari sisi Kabupaten Gayo Lues. Titik kilometer 110 ditetapkan sebagai titik temu (meeting point) pekerjaan penanganan darurat jalan provinsi ini.
Jalur Lokop Dua Kali Terdampak Banjir Bandang
Jalur Peureulak-Lokop sebelumnya mengalami kerusakan berat dan terputus akibat kejadian banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
















