Kluivert sendiri belum memberikan pernyataan pasti tentang formasi, tetapi dalam wawancara awal Januari 2025, ia menekankan pentingnya menyesuaikan strategi dengan kekuatan tim. “Kami akan memanfaatkan kekuatan yang ada dan mungkin ada sedikit sentuhan baru,” ujarnya saat konferensi pers pelantikan.
Hal ini mengisyaratkan kemungkinan perubahan kecil pada skema 3-4-2-1, mungkin dengan pendekatan yang lebih proaktif dibandingkan gaya reaktif Shin Tae-yong.
Sebagai mantan striker top dengan filosofi sepak bola menyerang, Kluivert dikabarkan oleh beberapa sumber ingin menerapkan gaya permainan yang lebih dominan. Pada Januari 2025, ia menyatakan kecintaannya pada penguasaan bola dengan formasi seperti 4-3-3 atau 3-5-2, yang memungkinkan serangan cepat dan fleksibilitas.
- Arsenal Jadi Kandidat Utama Rekrut Bek Muda Rennes, Jeremy Jacquet
- Bali Dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor
- Jonathan Christie Melaju ke Semifinal India Open 2026 Usai Kalahkan Christo Popov
- Kemkomdigi Minta Penjelasan Meta soal Isu Keamanan Data Pengguna Instagram
- Rasa Aman dan Manfaat Nyata Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Transformasi Digital
Formasi 4-3-3, dengan empat bek, tiga gelandang, dan tiga penyerang, bisa dimanfaatkan jika Kluivert ingin memaksimalkan kecepatan Marselino Ferdinan dan Ole Romeny di sayap, didukung oleh kreativitas Thom Haye di tengah.
Di media sosial menunjukkan spekulasi beragam. Beberapa penggemar optimistis Kluivert akan mempertahankan 3-4-2-1 dengan sentuhan menyerang, sementara yang lain berharap formasi 4-3-3 untuk mengejutkan Australia.
Jadi akan menggunakan formasi apakah Patrick Kluivert di waktu yang sayang mepet ini ?

















