Kluivert sendiri belum memberikan pernyataan pasti tentang formasi, tetapi dalam wawancara awal Januari 2025, ia menekankan pentingnya menyesuaikan strategi dengan kekuatan tim. “Kami akan memanfaatkan kekuatan yang ada dan mungkin ada sedikit sentuhan baru,” ujarnya saat konferensi pers pelantikan.
Hal ini mengisyaratkan kemungkinan perubahan kecil pada skema 3-4-2-1, mungkin dengan pendekatan yang lebih proaktif dibandingkan gaya reaktif Shin Tae-yong.
Sebagai mantan striker top dengan filosofi sepak bola menyerang, Kluivert dikabarkan oleh beberapa sumber ingin menerapkan gaya permainan yang lebih dominan. Pada Januari 2025, ia menyatakan kecintaannya pada penguasaan bola dengan formasi seperti 4-3-3 atau 3-5-2, yang memungkinkan serangan cepat dan fleksibilitas.
- Gubernur KDM Hanya Memarahi Kadishub Jabar Terkait Penyelewengan PJU, Dianggap Lukai Warga Jabar
- Hanyut di Sungai Cikandang, Jasad Bagja Akhirnya Ditemukan
- PEJUANG GLOW UP SINI! Ungkap Manfaat Retinol untuk Wajah, Apa Saja?
- Waduh, Angka Pengangguran di Kota Tasik Capai 25.000 Per Tahun dan Baru Terserap 724 Orang
- Viral, Jual Tanah Rp 14 Miliar ke BPRS HIK Parahyangan Cileunyi Belum Dibayar, Aknes pun Curhat ke KDM
Formasi 4-3-3, dengan empat bek, tiga gelandang, dan tiga penyerang, bisa dimanfaatkan jika Kluivert ingin memaksimalkan kecepatan Marselino Ferdinan dan Ole Romeny di sayap, didukung oleh kreativitas Thom Haye di tengah.
Di media sosial menunjukkan spekulasi beragam. Beberapa penggemar optimistis Kluivert akan mempertahankan 3-4-2-1 dengan sentuhan menyerang, sementara yang lain berharap formasi 4-3-3 untuk mengejutkan Australia.
Jadi akan menggunakan formasi apakah Patrick Kluivert di waktu yang sayang mepet ini ?

















