terasjabar.id
Minggu, 8 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 8 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?

Herman by Herman
10 Nov 2025 08:10
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?

Bagi pendukungnya, Soeharto adalah penyelamat republik. Setelah peristiwa G30S 1965, Soeharto tampil sebagai jenderal yang dianggap menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Ia menstabilkan situasi nasional dan memimpin transisi kekuasaan dari Soekarno menuju Orde Baru. Tak dapat dipungkiri pada masa pemerintahannya, Indonesia meraih kemajuan pesat. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun pada 1970–1980-an. Swasembada beras (1984) yang diakui FAO. Pembangunan infrastruktur desa, jalan, waduk, dan sekolah melalui program Inpres dan Repelita. Peran penting Soeharto dalam pembentukan ASEAN (1967) dan diplomasi perdamaian regional. Soeharto membangun stabilitas yang memungkinkan Indonesia modernisasi. Banyak yang berargumen, tanpa Soeharto, Indonesia mungkin terjebak dalam kekacauan ideologis dan ekonomi.

Namun, di balik kejayaan itu, ada bayangan gelap yang panjang otoritarianisme. Pemerintahannya berdiri di atas represi dan ketakutan. Ratusan ribu orang terbunuh dalam penumpasan pasca-G30S, banyak di antaranya tanpa proses hukum. Di era Orde Baru, demokrasi dikerdilkan, pers dibungkam, dan partai politik dikendalikan demi stabilitas kekuasaan. Kekuasaan Soeharto kemudian berubah menjadi dinasti keluarga dan kroni. Transparansi Internasional menobatkannya sebagai pemimpin paling korup di dunia, dengan dugaan penyelewengan mencapai US$ 15–35 miliar. Kasus-kasus pelanggaran HAM seperti Timor Timur, Tanjung Priok, Talangsari, hingga Trisakti-Semanggi, menjadi noda sejarah yang tak bisa dihapus dengan beton dan beras. Krisis moneter 1997–1998 akhirnya menelanjangi sistem ekonomi kroni Orde Baru dan menumbangkan kekuasaannya setelah 32 tahun. Rakyat menyebutnya “penguasa yang tumbang oleh rakyatnya sendiri.”

ADVERTISEMENT

Pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Soeharto memantik pro dan kontra. Pihak pro menilai Soeharto layak karena telah berjasa besar membangun ekonomi dan menjaga stabilitas, meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa sulit dan memimpin Indonesia dari isolasi menuju modernitas. Sedangkan pihak kontra menolak keras dengan alasan Soeharto melanggar prinsip moral kepahlawanan melalui korupsi dan pelanggaran HAM, gelar itu akan melukai korban Orde Baru dan mengaburkan makna keadilan sejarah dan pahlawan seharusnya memberi teladan, bukan menanamkan ketakutan.

RELATED POSTS

Bangkitnya Orba, Dari Populisme ke Fasisme

Kepahlawanan dan Kemerdekaan Untuk Kesejahteraan Semua Rakyat 

Generasi Muda Harus Teladani Semangat Pahlawan dan Veteran

INI Video Klarifikasi Pria yang Siram Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Air di Bekasi

Jika dianalisis berdasarkan teori Zimbardo (2007), pahlawan sejati adalah mereka yang menegakkan kebenaran melawan sistem yang menindas, bukan yang mengendalikan sistem itu sendiri. Dalam konteks ini, Soeharto lebih dekat pada figur power hero ketimbang moral hero, kuat secara politik, namun lemah dalam moralitas publik. Sementara Hegel (1821) dalam Philosophy of Right menyebut “pahlawan sejarah” sebagai mereka yang mewujudkan roh zaman (Zeitgeist). Memang, Orde Baru lahir dalam konteks kebutuhan stabilitas dan pembangunan, namun ketika “roh zaman” bergeser menuju demokrasi, Soeharto gagal menyesuaikan diri. Dengan demikian, kepahlawanan Soeharto bersifat kontekstual dan parsial, tidak universal seperti yang disyaratkan dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional.

Kepahlawanan sejati tidak berhenti pada keberhasilan membangun, tetapi pada keberanian menegakkan kebenaran tanpa menindas kemanusiaan. Soeharto memang membangun Indonesia secara fisik, tetapi ia juga meruntuhkan sendi-sendi demokrasi dan moral politik bangsa. Ia adalah tokoh besar, namun kebesarannya lahir dari sistem yang menindas. Sejarah tidak bisa dihapus, tetapi juga tak bisa dipoles semata dengan narasi keberhasilan ekonomi. Menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sama saja mengajarkan bahwa kekuasaan absolut dan pelanggaran hak asasi dapat dimaafkan selama membawa kemajuan material.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: pahlawanSoeharto
ShareTweetSend

Related Posts

Bangkitnya Orba, Dari Populisme ke Fasisme
News

Bangkitnya Orba, Dari Populisme ke Fasisme

6 Jan 2026 04:40
Kepahlawanan dan Kemerdekaan Untuk Kesejahteraan Semua Rakyat 
Berita Utama

Kepahlawanan dan Kemerdekaan Untuk Kesejahteraan Semua Rakyat 

4 Nov 2025 12:32
Generasi Muda Harus Teladani Semangat Pahlawan dan Veteran
News

Generasi Muda Harus Teladani Semangat Pahlawan dan Veteran

25 Agu 2025 08:45
INI Video Klarifikasi Pria yang Siram Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Air di Bekasi
News

INI Video Klarifikasi Pria yang Siram Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Air di Bekasi

24 Jun 2025 12:25
Next Post
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Ini Tujuannya

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Ini Tujuannya

Cara Manusia Berkomunikasi Tidak Bisa Digantikan Oleh AI, Ini Penjelasan Wamenkomdigi

Cara Manusia Berkomunikasi Tidak Bisa Digantikan Oleh AI, Ini Penjelasan Wamenkomdigi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

4 Feb 2026 13:36
Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

3 Feb 2026 22:20
Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

5 Feb 2026 11:59
Tebar Benih Melalui Pesawat di Arjasari Menuai Protes, Kades Arjasari : Rumah Rusak, Bupati Harus Ganti Rugi

Tebar Benih Melalui Pesawat di Arjasari Menuai Protes, Kades Arjasari : Rumah Rusak, Bupati Harus Ganti Rugi

31 Jan 2026 18:05
Paulo Dybala Absen Lagi, Roma Hadapi Cagliari dengan Skuad Pincang

Paulo Dybala Absen Lagi, Roma Hadapi Cagliari dengan Skuad Pincang

0
Pentahelix Dayeuhkolot Gelar Sosialisasi dan Konsolidasi Penanganan Banjir dengan Ketua RW

Pentahelix Dayeuhkolot Gelar Sosialisasi dan Konsolidasi Penanganan Banjir dengan Ketua RW

0
Bournemouth Aktifkan Opsi Beli Alex Jimenez, Ini Keuntungan Milan

Bournemouth Aktifkan Opsi Beli Alex Jimenez, Ini Keuntungan Milan

0
Warga Kampung Nagaracinta Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bayi di Sungai

Warga Kampung Nagaracinta Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bayi di Sungai

0
Pentahelix Dayeuhkolot Gelar Sosialisasi dan Konsolidasi Penanganan Banjir dengan Ketua RW

Pentahelix Dayeuhkolot Gelar Sosialisasi dan Konsolidasi Penanganan Banjir dengan Ketua RW

8 Feb 2026 19:44
Paulo Dybala Absen Lagi, Roma Hadapi Cagliari dengan Skuad Pincang

Paulo Dybala Absen Lagi, Roma Hadapi Cagliari dengan Skuad Pincang

8 Feb 2026 19:41
Bournemouth Aktifkan Opsi Beli Alex Jimenez, Ini Keuntungan Milan

Bournemouth Aktifkan Opsi Beli Alex Jimenez, Ini Keuntungan Milan

8 Feb 2026 19:20
Warga Kampung Nagaracinta Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bayi di Sungai

Warga Kampung Nagaracinta Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bayi di Sungai

8 Feb 2026 19:07
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.