TERASJABAR.ID – Cara menangani overdosis obat harus dilakukan secara cepat dan tepat karena kondisi ini termasuk situasi gawat darurat medis yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Dengan mengenali tanda-tandanya serta memahami langkah penanganan awal, risiko komplikasi berat hingga kematian dapat diminimalkan.
Overdosis obat terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat dalam jumlah yang jauh melampaui batas aman, sehingga tubuh tidak mampu memetabolisme atau membuang zat tersebut dengan baik.
Akibatnya, organ-organ vital bisa terganggu. Kondisi ini sangat berisiko, terutama pada anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit kronis tertentu.
Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai cara mengatasi overdosis obat menjadi hal yang sangat penting.
Langkah pertama adalah mengenali gejala overdosis sedini mungkin.
Tanda-tandanya bisa berupa napas melambat atau sesak, bibir dan kuku membiru, muntah berulang, kebingungan, kejang, pingsan, atau sulit dibangunkan.
Pada beberapa kasus, gejala muncul secara bertahap sehingga sering terlambat disadari.
Jika muncul kecurigaan overdosis, segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa penderita ke IGD.
Penanganan cepat sangat krusial karena beberapa obat dapat dengan cepat memengaruhi pernapasan, jantung, dan sistem saraf.
Sambil menunggu bantuan medis, longgarkan pakaian korban dan posisikan tubuh dengan kepala sedikit dimiringkan atau ditinggikan agar jalan napas tetap terbuka dan mencegah tersedak.
Selain itu, kumpulkan informasi terkait obat yang dikonsumsi, seperti kemasan atau resep, untuk membantu tenaga medis menentukan penanganan yang tepat.
Jika tidak segera ditangani, overdosis dapat menyebabkan kerusakan organ, gangguan irama jantung, henti napas, koma, hingga kematian.
Oleh karena itu, hindari penggunaan obat melebihi dosis anjuran dan segera konsultasikan ke dokter jika terjadi gejala mencurigakan.-***













