TERASJABAR.ID – Olahraga saat demam masih sering dilakukan sebagian orang karena merasa tubuhnya tetap mampu beraktivitas seperti biasa.
Padahal, ketika tubuh sedang mengalami demam, kondisi fisik sebenarnya tengah bekerja keras melawan infeksi.
Karena itu, berolahraga saat demam justru dapat memperberat kerja tubuh dan memperlambat proses pemulihan.
Banyak orang menganggap aktivitas fisik dapat membantu tubuh terasa lebih segar atau mempercepat kesembuhan.
Namun, kondisi tubuh ketika demam berbeda dengan keadaan normal.
Saat suhu tubuh meningkat, sistem imun membutuhkan lebih banyak energi dan istirahat agar mampu melawan virus atau bakteri penyebab infeksi secara optimal.
Risiko Olahraga Saat Demam
Olahraga ketika demam tidak disarankan karena dapat meningkatkan suhu inti tubuh dan memperbesar risiko dehidrasi.
Tubuh yang sedang sakit juga lebih mudah merasa lelah, sementara kerja jantung dan paru-paru menjadi lebih berat.
Kondisi ini dapat semakin berisiko apabila demam disertai gejala lain seperti batuk berat, nyeri dada, atau sesak napas.
Selain berdampak pada kesehatan diri sendiri, olahraga saat mengalami infeksi menular juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit kepada orang lain, terutama bila dilakukan di tempat tertutup seperti pusat kebugaran atau gym.
Oleh sebab itu, sebaiknya aktivitas olahraga ditunda hingga kondisi tubuh benar-benar pulih dan suhu kembali normal.
Untuk membantu mempercepat pemulihan, penderita demam dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta tidur yang berkualitas.
Kompres hangat juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara bertahap.
Selain itu, gunakan pakaian yang nyaman dan tipis agar panas tubuh lebih mudah keluar.
Bila diperlukan, konsumsi obat penurun demam sesuai anjuran agar tubuh dapat beristirahat lebih nyaman.
Sebelum kembali berolahraga, pastikan suhu tubuh sudah normal setidaknya selama 24 jam dan tidak ada gejala lain seperti lemas berlebihan atau sesak napas.
Jika kondisi belum membaik atau masih ragu untuk kembali beraktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.-***
















