Oleh : Tb Mhd Arief Hendrawan
Di ufuk zaman yang kian merenta, Cahaya-Mu menyelinap di antara celah debu dosa.
Saat nurani terhimpit hiruk-pikuk dunia yang fana, Engkaulah mentari, penunjuk jalan bagi jiwa yang buta.
Kini, musim telah berganti wajah,
Di mana Orang Soleh bisa Salah,
Tersandung sombong dalam jubah ibadah,
Merasa surga miliknya, sedang lisan menebar serapah.
Lupa bahwa Engkau, Sang Teladan, adalah samudera rendah hati.
Namun lihatlah rahasia Ilahi,
Di mana Orang Salah bisa Soleh kembali,
Bersimpuh di sepertiga malam dengan air mata yang perih,
Mencuci hitamnya masa lalu dengan tobat yang gigih.
Sebab Engkau mengajar: pintu ampunan-Nya tak pernah terkunci.










