TERASJABAR.ID – Handphone atau HP kini memang menjadi seperti kebutuhan primer bagi orang-orang sebab segala sesuatu kini bisa dilakukan menggunakan HP.
Akan tetapi pemerintah kabupaten Cianjur, Jawa Barat melarang Murid SD-SMP membawa HP ke sekolah.
Pemkab Cianjur dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sudah menerbitkan surat edaran yang berisi larangan siswa SD-SMP untuk tak membawa HP ke sekolah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin mengatakan, surat edaran (SE) terkait siswa dilarang membawa HP tersebut sudah disampaikan ke seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di wilayahnya.
Alasan diterapkannya aturan larangan siswa SD dan SMP membawa HP ke sekolah, kata Ruhli, karena agar konsentrasi siswa saat menjalani proses belajar mengajar semakin meningkat, serta dapat menekan aksi bullying atau perundungan terhadap siswa maupun aksi tercela lainnya.
Ruhli menyampaikan tidak ada sanksi khusus yang diberlakukan bagi siswa ketahuan membawa HP ke sekolah.
- Saudi Aramco Raup Untung Besar Meski Selat Hormuz Terganggu
- Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent & Innovation Hub
- Launching 6.700 Pekerja Rentan dan Pelepasan 50 Peserta Magang ke Jepang Warbai May Day
- Usai Persib Tumbangkan Persija, Ribuan Bobotoh Sulap Bandung Jadi Lautan Biru
- Wakil Ketua DPR RI Lepas Jemaah Haji Kabupaten Bandung, Tekankan Niat dan Kesehatan
Namun, jika ada pelajar kedapatan membawa ponsel saat berada di lingkungan sekolah, maka akan diambil dan disimpan sementara oleh wali kelas.
Sebelumnya, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian atau akrab disapa dr. Wahyu menginstruksikan larangan bagi siswa SD dan SMP di wilayahnya membawa ponsel ke sekolah guna meningkatkan konsentrasi siswa selama berada di lingkungan sekolah dan fokus menjalani proses belajar mengajar.
Bahkan selama ini banyak tindak perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dengan cepat tersebar dari ponsel dan media sosial yang digunakan siswa, sehingga larangan tersebut wajib dipatuhi pihak sekolah.
Jadi apakah larangan ini akan sangat bagus ? bagaimana tanggapan kalian orang tua murid yang berada di daerah Cianjur ?
















