Pemerintah pun terus berupaya memperkuat stok CPP tidak hanya stok beras saja, melainkan turut pula menambah stok jagung pakan hingga minyak goreng. Lewat upaya ini diharapkan menjadi modal ketersediaan pangan untuk masa kemarau mendatang.
“Dengan adanya penguatan CPP, diharapkan ke depannya tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal,” ucapnya.
Adapun status terkini stok CPP per 2 April dalam catatan Bapanas antara lain beras memiliki stok terbesar dengan 4,4 juta ton. Jagung pakan 168 ribu ton. Minyak goreng totalnya ada 121 ribu kiloliter. Gula pasir 49 ribu ton. Daging sapi 8 ribu ton dan daging kerbau 3 ribu ton. Daging ayam dan telur ayam masing-masing 39 ton dan 17 ton.
Sementara program penyaluran CPP yang telah dijalankan antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2026 yang digulirkan mulai awal Maret.
Realisasinya sampai awal April ini telah mencapai 70 ribu ton. Untuk program bantuan pangan telah tersalurkan beras 21,3 juta kilogram (kg) dan minyak goreng 4,2 juta liter.
Di samping itu, Bapanas bersama Kementerian Pertanian juga tengah mempersiapkan pengguliran program SPHP jagung pakan di April ini. Total target salur SPHP jagung pakan ini sebanyak 242 ribu ton.
Tentu ini angin segar karena target SPHP jagung di 2026 ini meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, dalam forum yang sama, Peneliti Ahli Utama Klimatologi BRIN Erma Yulihastin menuturkan prediksi El Nino di tahun ini akan terus mengalami pembaruan informasi setiap minggunya yang melibatkan berbagai badan meteorologi lintas negara.
















