TERASJABAR.ID – Pemerintah telah bersiap untuk menghadapi potensi El Nino di tahun ini, terutama pada stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Upaya memitigasi dampak yang dapat terjadi merupakan langkah krusial menjelang musim kemarau mendatang.
“Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kita sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak kita,” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam suatu dialog di Jakarta.
Terbaru, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan El Nino kemungkinan dapat menerpa Indonesia, terutama wilayah selatan dari garis ekuator, dimulai pada awal bulan Mei mendatang.
Wilayah yang diprediksi dapat menerima efek El Nino antara lain Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.
Kendati demikian, Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus berjalan seiring dengan upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri secara bulanan.
Melalui perpanjangan tangan Perum Bulog, tingkat penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri dilaksanakan secara intensif.
“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, tentu di sisi produksi harus diperkuat. Kemudian penyerapan oleh Bulog dalam rangka penguatan CPP menjadi titik krusial yang harus kita lakukan. Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP,” ujar Ketut.
















