Menpar meyakini Politeknik Pariwisata memegang peran strategis dalam memberikan fondasi pendidikan vokasi yang kuat, membekali generasi muda dengan keterampilan terapan, pemahaman industri yang komprehensif, serta kesiapan menghadapi tuntutan dunia kerja.
Hal ini termasuk pemahaman mendalam mengenai standar keselamatan, kualitas layanan, dan konsistensi pengalaman yang kini menjadi ekspektasi dasar wisatawan global.
“Proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan penguatan kompetensi yang dijalani sejak hari ini akan menjadi bekal penting untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan. Semoga penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk tahun akademik 2026/2027 berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia,” kata Menpar.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menyampaikan SBM Poltekpar merupakan langkah strategis untuk menjaring calon mahasiswa terbaik melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi putra-putri terbaik bangsa.
“Seleksi bersama ini menjadi wujud komitmen kita dalam memperkuat citra dan posisi Poltekpar sebagai institusi pendidikan vokasi pariwisata yang terpercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.
Politeknik Pariwisata sebagai institusi pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak talenta pariwisata yang unggul, berkarakter, dan siap kerja.
Melalui SBM ini diharapkan terjaring generasi muda yang memiliki minat, potensi, serta komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata nasional.
“Dengan sistem yang terintegrasi dan terkoordinasi secara nasional, kami berharap kualitas input mahasiswa semakin baik, sehingga berdampak langsung pada kualitas lulusan,” ujarnya.

















