TERASJABAR.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pilar utama pengembangan jagung dan bawang putih nasional.
Sekaligus basis pengembangan industri pakan ternak, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan periode 2026–2030.
Mentan menyebut hal ini berdasarkan besarnya potensi lahan, keunggulan agroklimat, dan kesiapan NTB untuk masuk ke fase hilirisasi pertanian.
Dilansir laman resmi Kementan, NTB memiliki potensi lahan bawang putih seluas 7.750 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten.
Kabupaten Lombok Timur tercatat memiliki potensi terbesar sekitar 2.500 hektare, disusul Lombok Utara 2.000 hektare, Bima 1.500 hektare, Sumbawa 1.000 hektare, serta Lombok Tengah sekitar 750 hektare.
Peta potensi ini menjadi dasar penetapan target tanam, target produksi, serta intervensi kebijakan pemerintah pusat menuju swasembada bawang putih nasional.
Mentan menegaskan bahwa penetapan NTB sebagai wilayah strategis harus dijawab dengan kerja nyata dan percepatan di lapangan, bukan berhenti pada perencanaan administratif.
Hal tersebut disampaikan Mentan saat kunjungan kerja meninjau gudang bibit bawang putih dan dialog bersama petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jajaran pemerintah daerah di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (9/2/2026).
















