TERASJABAR.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama dengan berbagai pihak terus mengintensifkan penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Yakni, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak pada masa tanggap darurat hingga persiapan pemulihan pascabencana.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, hingga saat ini Kemensos mengoperasikan 42 dapur umum yang tersebar di lokasi terdampak bencana.
Dapur umum itu diselenggarakan oleh Kemensos bekerja sama dengan dinas sosial daerah serta dapur umum mandiri masyarakat, yang dapat memproduksi ratusan ribu porsi per hari.
“Kita menyajikan lebih dari 400 ribu (porsi) setiap harinya. Ini terus kita lakukan sampai nanti waktu yang ditentukan,” katanya dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta.
Mensos menjelaskan, layanan dapur umum akan terus berjalan hingga beralih ke layanan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap). Seiring itu, Kemensos telah menyiapkan berbagai intervensi pada fase pascakedaruratan.
“Kami dalam rangka memberikan layanan di Huntara dan Huntap sudah menyiapkan intervensi pascakedaruratan, mulai dari isian rumah, pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, maupun juga untuk dukungan pembelian lauk-pauk bagi keluarga yang terdampak,” ujarnya.
Menurut Mensos bantuan lauk-pauk akan diberikan sebesar Rp15 ribu per hari per orang, atau setara Rp450 ribu per orang setiap bulan. Selain itu Kemensos juga akan memberikan bantuan isian rumah.

















