“Jadi yang Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penyaluran seluruh bantuan dilakukan berdasarkan data hasil asesmen dan verifikasi bersama pemerintah daerah dan BNPB, serta setelah mendapat pengesahan kepala daerah.
Berdasarkan data awal Pemerintah Kabupaten Banjar, lebih dari seribu keluarga atau lebih dari 4 ribu jiwa terdampak banjir.
Jumlah tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut untuk menentukan tingkat kerusakan dan jenis bantuan yang akan disalurkan.
“Kami ke sini sekaligus untuk koordinasi dengan pemerintah daerah, melihat apa yang kurang dan apa yang perlu diperkuat. Prinsipnya di sini semangat gotong royong kita kuatkan, kolaborasinya kita perkuat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Mensos juga meninjau posko dapur umum yang menyuplai makanan bagi pengungsi. Sebanyak lebih dari 5.000 porsi makanan setiap hari diproduksi melalui dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dapur umum ini menjadi salah satu dari tiga titik layanan yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga terdampak banjir di Kabupaten Banjar.
Mensos menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan pengungsi.***

















