Bantuan dari Kemensos disalurkan berdasarkan hasil asesmen bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bagi yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” jelasnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Masing-masing kategori akan memperoleh bantuan sesuai hasil asesmen.
Pemerintah juga akan menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat dan belum dapat langsung dibangun kembali.
“Nah setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” katanya.
Ia menambahkan, keluarga terdampak yang telah menempati huntara atau huntap akan memperoleh bantuan lanjutan dari Kemensos. Bantuan tersebut meliputi bantuan pengisian rumah, jaminan hidup serta bantuan pemberdayaan ekonomi.
“Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup terutama dalam membeli lauk-lauk sebesar Rp450 ribu per orang per bulan, selama 3 bulan. Ini untuk mendukung keluarga terdampak bisa secara bertahap pulih,” ujarnya.
Selain itu juga ada dukungan pemberdayaan sesuai hasil asesmen, dalam rangka pemulihan ekonomi bagi warga terdampak senilai Rp5 juta per keluarga.

















