TERASJABAR.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pendidikan sebagai kunci utama memutus rantai kemiskinan.
Mensos pun mendorong gerakan infak pendidikan sebagai solusi konkret bagi keluarga kurang mampu agar dapat keluar dari jurang kemiskinan, sebagaimana spirit utama program Sekolah Rakyat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah kerjasama antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, LAZISNU PWNU Jawa Tengah, dan Bank Jateng Syariah di Semarang, Kamis (9/4/2026).
“Pendidikan adalah jalan memutus materi kemiskinan. Gerakan infak pendidikan LP- Ma’arif adalah langkah yang nyata. Infak pendidikan tentu pada akhirnya adalah membangun kemandirian,” katanya, dilansir laman Kemensos.
Menurut Mensos, program infak pendidikan berbasis gotong royong masyarakat sangat dibutuhkan karena 65 persen keluarga tidak mampu berpotensi melahirkan generasi berikutnya dalam kondisi serupa.
“Ini PR kita pertama yang harus kita atasi salah satunya lewat penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Ia menekankan, pemberian beasiswa pendidikan harus disertai pendampingan dan evaluasi agar siswa dapat menjadi agen perubahan, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja.
“Mereka lulus bisa ke perguruan tinggi, kita carikan beasiswa. Kalau dia mau jadi pekerja terampil, kita carikan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.














